Rabu, 29 April 2009

Selepas langkah Arbain

Salah satu hari bersejarah dan mengemas makna mendalam yang perlu dikaji adalah hari arbain. Empat puluh hari yang terhitung sejak dibantainya cucu Nabi sebagai salah satu sosok pewaris keilmuan kenabian ditangan pribadi-pribadi busuk dan dina.
Arbain berarti empat puluh. Tapi arti yang terkandung tidak hanya sekedar itu. Arbain mencakup banyak aspek yang luas serta berperan secara spesifik. Arbain tidaklah dimiliki oleh orang-orang syiah semata, karena arbain memiliki tujuan dan arah yang tidak dikhususkan atas golongan manapun. Semangat arbain ditujukan secara luas pada kaum muslimin bahkan seluruh umat manusia

Ketika kita ingin menilik sejarah arbain tentu tidak cukup dengan melihat tanggal terjadi kejadian tersebut. Serentetan peristiwa menyusun pergerakan yang terjadi selama empat puluh hari itu merupakan materi penting yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk melangkahi kehidupan yang masih terbentang.

Dalam penganalisaan arbain hal yang tidak boleh kita lupakan adalah studi tokoh para pelaku sejarah besar ini. Pada peristiwa hari asyura kita lihat nama Ali asghar, Ali Ausath, Abu Fadhl Abbas dan tentunya Imam Husain sendiri tampak jelas dengan background mereka masing, dan pada konsepsi arbain minimal kita harus melihat peran besar dari empat tokoh ini, Ali Zainal Abidin, Zainab, sukainah, dan ummu kultsum.

Kita tidak bisa menilai bahwa peran empat orang yang menjalani posesi arbain. Kesedihan, himpitan, ketertekanan batin, pengasingan terus mengiring langkah pejuang-pejuang ini. Sungguh benar bahwa nilai peran mereka tidak kurang berarti dibanding perjuangan pada hari asyura tapi berkat merekalah suara asyura bisa sampai pada masyarakat luas jadi semuanya saling mengisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar