Minggu, 27 Desember 2009

2010, STAI Al Azhaar Miliki Prodi Baru

LUBUKLINGGAU-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Azhaar Lubuklinggau bakal memiliki dua program studi (Prodi) baru pada 2010 mendatang. Dua prodi itu adalah bimbingan konseling Islam, dan manajemen pendidikan.
Kedua prodi ini diperuntukkan bagi jenjang strata I (S1) untuk dibuka pada penerimaan mahasiswa baru tahun depan. Dan sekarang kesiapan membuka prodi itu sudah dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Islam Depag RI dengan mengutus Ningrum Muti Pertami datang ke kampus STAI Al Azhaar, Sabtu (26/12), untuk memberikan penilaian. Kehadiran Ningrum itu diterima oleh Ketua STAI Al Azhaar, Habibullah dan Ketua Yayasan Permata Nusantara, H Mansoeri Adam di ruang kerjanya.

Untuk diketahui, STAI Al Azhaar Lubuklinggau baru memiliki satu prodi yaitu Ekonomi Syariah untuk jenjang SI dengan jumlah mahasiswa 364 orang, dan sekarang sudah dalam tahapan perkuliahan di kampus sekolah tinggi Jalan Pelita Jaya, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Kepada koran ini, Ningrum menjelaskan bahwa penambahan dua prodi baru sebagai usaha pengembangan kelembagaan visitasi dari STAI Al Azhaar. “Sebelumnya memang STAI Al Azhaar mengajukan usulan untuk penambahan dua prodi baru, dan dari usulan itu kami terima karena ini menunjukkan suatu kemajuan bagi sekolah tinggi yang baru berdiri tersebut. Dari sini kami juga tahu minat mahasiswa untuk kuliah di STAI ini cukup besar, dan dosen di sini dikuliahkan S2 di STAIN Bengkulu,” ujar Ningrum, yang juga staf bagian keuangan Ditjen Pendidikan Islam Depag RI.

Ia meneruskan, persyaratan menambah prodi di sekolah tinggi antara lain, ada mahasiswa akan menempuh pendidikan di prodi tersebut, juga ruang kuliah yang memadai. “Mudah-mudahan tahun depan dua prodi ini bisa dibuka untuk mahasiswa baru dengan keluarnya SK Ditjen Pendidikan Islam, Prof Dr Moch Ali untuk STAI Al Azhaar. Apalagi sekarang telah disiapkan tiga lokal tersendiri untuk dua prodi itu,” tambah Ningrum.
Sedangkan, Habibullah mengatakan, usulan penambahan prodi semula diajukan 270 sekolah tinggi se-Indonesia, tetapi setelah diseleksi dengan pengujian proposal oleh Ditjen Pendidikan Islam yang dinyatakan lulus 64 sekolah tinggi. “Kita salah satunya dinyatakan lulus bisa menambah dua prodi lagi setelah diuji oleh tim. Hasil ini membuat kami makin yakin untuk meningkatkan mutu pendidikan di STAI Al Azhaar,” kata Habibullah.
Ditambahkan Mansoeri Adam, selaku Ketua Yayasan Permata Nusantara Lubuklinggau, sekolah tinggi ini memiliki 12 ruangan untuk perkuliahan. Dan mudah-mudahan tahun ajaran baru nanti pihaknya sudah bisa membuka dua prodi yang telah diajukan sebelumnya ke Depag RI.

“Semoga saja dengan segala persiapan telah kami lakukan, maka dua prodi itu sudah dapat dibuka dan siap menerima mahasiswa baru,” tambah Mansoeri Adam. (06)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar