Minggu, 20 Desember 2009

Tenaga Pendidik Diharuskan Menggunakan Metode PAIKEM


* Dalam Proses Pembelajaran di Kelas

LUBUKLINGGAU-Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-16 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2009, ditutup dengan pelaksaan seminar. Kegiatan itu dilaksanakan di halaman kampus STKIP-PGRI Lubuklinggau, Minggu (20/12).

Seminar yang dikuti 450 peserta itu bertemakan ‘Melalui Seminar Pendidikan Kita Terapkan Pengajaran Inovatif dan Kreatif Untuk Meningkatkan Jiwa Karsa Kewirausahaan’.

Pemateri dalam seminar tersebut guru besar Universitas PGRI Palembang, Ratu Wardarita. Dalam kesempatan itu Ratu menyampaikan materi mengenai pembelajaran inovatif dan kreatif sebagai dasar life skill (kemampuan, red). Menurutnya, pembelajaran pada dasarnya sebagai upaya untuk membantu kegiatan belajar terhadap anak didik. Pembelajaran dapat bermanfaat atau berhasil jika dikaitkan dengan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Metode pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang tenaga pendidik yakni dengan metode PAIKEM (pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Supaya suasana belajar anak didik tidak monoton,” jelas Ratu ketika menyampaikan materinya dihadapan ratusan peserta seminar.

Terkait jiwa karsa kewirausahaan yang harus dimiliki tenaga pendidik karena melalui jiwa ini para pendidik akan memiliki orientasi kerja yang lebih efisien, kreatif, inovatif, produktif serta mandiri.

“Para wirausaha biasanya individu-individu yang berorientasi kepada tindakan dan bermotivasi tinggi dalam mengambil risiko ketika mengejar tujuannya,” lanjutnya.

Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau, Lukman Nawi mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian akhir peringatan HGN ke-16 dan HUT PGRI ke-64. Diharapkannya, melalui kegiatan tersebut seluruh tenaga pendidik yang ada di Kota Lubuklinggau maupun Kabupaten Musi Rawas dapat meningkatkan kualitas pendidikan dikedua daerah ini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan, tenaga pendidik mampu menerapkan inovasi terbaru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sebagai salah satu wujud untuk mendukung program pemerintah, baik itu di Kota Lubuklinggau maupun Kabupaten Mura yakni meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Lukman.

Kalau inovasi proses belajar tersebut diikuti, lanjut Lukman, otomatis kesejahteraan tenaga pendidik juga akan meningkat. Apalagi, adanya program sertifikasi guru serta program pemerintah pusat yang mengalokasikan 20 persen dana untuk dunia pendidikan.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana HGN ke-16 dan HUT PGRI ke-64, Puguh Purnomo mengungkapkan, untuk meningkatkan kedisiplinan, kesadaran, dan kepedulian guru terhadap tugas serta tanggung jawab guru sebagai pendidik, maka perlu adanya suatu kegiatan, salah satunya peringatan HGN dan HUT PGRI. Dengan kegiatan ini para guru dapat merenungi apa yang telah diperbuat selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik, dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu.

HGN dan HUT PGRI kali ini, menurut Puguh Purnomo, memacu peran strategis pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan guru, dalam mewujudkan guru profesional, sejahtera, bermartabat dan terlindungi. Harapan kedepan peran guru di Kota Lubuklinggau dapat mewujudkan program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar