Minggu, 06 Februari 2011

Buku SBY Tidak Beredar di Kabupaten Mura

MUARA BELITI-Beberapa minggu terakhir, peredaran buku yang memuat profil dan motivasi dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menghebohkan dunia pendidikan di tanah air. Peredaran buku SBY yang sempat terekspose di beberapa media massa ini sebagian besar tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa.
Namun untuk Kabupaten Musi Rawas (Mura), menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Edi Iswanto, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Imam Hanafi, sampai Jumat (4/2) buku-buku tentang SBY tersebut tidak beredar di daerah ini.  Kalaupun akan beredar, lanjut Imam Hanafi, tentu masih ada pertimbangan untuk menerimanya, terutama dalam hal dana pengadaan.
“Buku-buku tersebut akan ada di sekolah tentu menggunakan dana. Kalau mengenai isinya, tentu kami sangat terbuka. Buku-buku tersebut sangat bermanfaat untuk peserta didik. Terutama dalam hal kualitas tentu buku-buku ini akan sangat membantu peserta didik untuk mengenal SBY berikut dengan motivasi-motivasi yang dituliskan di dalam buku, ” jelas Imam Hanafi.
Sementara itu, tanggapan serupa diungkapkan Kepala SMP L Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo, Sunardi. Pria yang akrab dipanggil Nardi ini mengatakan, jika buku SBY tersebut beredar di Kabupaten Mura, ia akan sangat banyak pertimbangan untuk memasukkan buku tersebut di sekolah yang dipimpinnya.
Terutama dalam hal kualitas buku, berikut dengan manfaatnya untuk peserta didik. selain itu, ia akan sangat memperhitungkan biaya pengadaan buku tersebut. Sebisa mungkin, buku-buku yang tersedia di perpustakaan SMP L Sidoharjo tetap berkualitas, dan sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di SMP.
Berdasarkan beberapa sumber yang dihimpun koran ini, buku SBY yang telah beredar di sekolah-sekolah baik SD, SMP, maupun SMU di Pulau Jawa, terdiri dari 10 judul yang bersampul karikatur Presiden SBY. Diantara beberapa judul tersebut adalah Jalan Panjang Menuju Istana, Menata Kehidupan Bangsa, Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan, Adil Tanpa Pandang Bulu, Peduli Kemiskinan, Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil, Diplomasi Damai, Berbakti Untuk Bumi, dan Jendela Hati. Peredaran buku-buku di sekolah-sekolah Pulau Jawa masih menjadi kontroversi oleh berbagai pihak. (03)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar