Minggu, 21 Maret 2010

Disdik Terus Berantas Buta Aksara


MUSI RAWAS-Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Disdik Mura) bertekad akan memberantas buta aksara di sejumlah daerah terpencil di Kabupaten Mura. Tujuannya, untuk menyuksekan program pemerintah memberantas buta aksara, dengan cara membangun gedung sekolah di daerah tersebut.
“Tak hanya itu, kami juga berencana akan membentuk sebuah kelompok keterampilan dengan melibatkan masyarakat setempat. Tujuannya untuk menyamaratakan pendidikan antara daerah maju dengan daerah tertinggal. Ini sesuai dengan UUD 1945, menyatakan bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan pendidikan pengajaran,” kata Kepala Disdik Kabupaten Mura, Edi Iswanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Abu Sofyan, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Sabtu (20/3).
Ditambahkannya, daerah yang menjadi pusat tujuan program adalah Desa Sungai Kijang Kecamatan Rawas Ulu. Kenapa demikian? Sebab, kata Abu, berdasarkan survei yang dilakukan, di daerah tersebut terdapat Suku Anak Dalam (SAD) yang memerlukan perhatian pemerintah baik di dunia pendidikan maupun sosial dan ekonomi.
“Beberapa waktu lalu, staf kami sudah survei ke lapangan. Hasilnya, Desa Sungai Kijang layak menjadi sasaran program yang diadakan oleh Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas),” jelasnya.
Adapun kegiatan yang dilakukan, yakni Disdik Mura akan membuka sekolah Paket A, B dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta taman bacaan untuk anak-anak putus sekolah di daerah tersebut. Sedangkan untuk keterampilan, berupa pembinaan usaha tahu dan tempe yang bertujuan sebagai usaha sampingan warga.
“Berdasarkan pantauan yang dilakukan, kebanyakan anak-anak di SAD menempuh pendidikan. Tetapi, karena adat istiadat mereka yang selalu berpindah-pindah membuat sekolah anak-anak mereka harus terputus. Untuk tutor berasal dari Disdik Mura serta beberapa orang yang merupakan putra asli daerah. Apalagi salah seorang anak SAD ada yang telah menamatkan SMA. Nah tenaga inilah yang akan kita berdayakan,” lanjutnya.
Supaya program ini dikenal oleh masyarakat, menurut rencana Kemendiknas RI akan launching April mendatang dan pelaksanaannya dilakukan Juli 2010.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar