Kamis, 18 Maret 2010

Gema Pembebasan Linggau-Mura Tolak Obama

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 30 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Lubuklinggau-Musi Rawas (Mura) melakukan aksi damai di depan Mapolres Lubuklinggau, Kamis (18/3). Aksi ini dilakukan sebagai salah satu penolakan atas kedatangan orang nomor satu Amerika Serikat, Barack Obama, yang menurut rencana akan berkunjung ke Indonesia, 20 hingga 22 Maret mendatang.
Ketua Gema Pembebasan Lubuklinggau-Mura, Sarkowi mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas kedatangan Obama ke Indonesia. Menurutnya, Amerika merupakan negara penjajah yang sudah menguras kekayaan alam Indonesia habis-habisan serta negara pembunuh yang paling banyak membantai manusia tanpa ampun.
“Negara syetan yang paling banyak mendatangkan bencana kemanusiaan di muka bumi, negara arogan paling sadis dan tidak mengenal belas kasih. Jika ada negara yang paling menakutkan saat ini adalah Amerika, jika ada negara yang paling banyak mendatangkan kerusakan saat ini adalah Amerika, jika ada negara yang paling banyak menebar teror saat ini adalah Amerika, dan jika ada negara yang patut menjadi musuh umat manusia saat ini adalah Amerika. Untuk itulah, kami menolak kedatangan Obama ke Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan koran ini, di sela-sela aksi damai yang berlangsung di depan Mapolres Lubuklinggau, Kamis (18/3).
Dalam kesempatan tersebut, Gema Pembebasan Lubuklinggau-Mura menyatakan sikapnya, antara lain, sungguh tidak ada bedanya antara Bush dan Obama. Keduanya sama-sama pemimpin negara yang menjalankan ideologi syetan kapitalisme yang memiliki sifat menjajah, merampas, mengeruk, mengeksploitasi, merusak, dan semua keburukan. “Bahkan keduanya sama-sama doyan perang. Ini terbukti dari tidak satu pun kebijakan perang yang dirintis Bush dirubah apalagi dihentikan oleh Obama, tangan keduanya berlumuran darah kaum muslim,” lanjutnya.
Kemudian, kedatangan pemimpin negara penjajah itu tidak layak disambut apalagi dimuliakan. Terlebih lagi, kedatangan Obama dipastikan akan semakin mengokohkan penjajahan ekonomi dan juga mengokohkan sistem kapitalis sekuler yang telah nyata menjadi sumber problematika di Indonesia. “Jika ada yang dengan senang hati menyambut penjajah, maka tidak bisa ditafsirkan lain kecuali yang menyambut adalah antek penjajah itu. Oleh karena itu, kami menyeru umat Islam untuk tegas menolak kedatangan Obama si presiden penjajah,” ajaknya.
Gema Pembebesan Lubuklinggau-Mura menyerukan kepada semua komponen masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan tipu daya Obama dan SBY dengan ungkapan-ungkapan “Kerjasama berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.”
“Tidak kurang sejarah mengajarkan betapa setiap kerjasama dengan Amerika berakhir dengan kerugian. Amerika tidak akan menjalin kerjasama dengan negara lain kecuali untuk kepentingannya sendiri. Dan kami menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat untuk memberikan loyalitas hanya kepada perjuangan penegakkan Islam secara kaffah. Sebab, hanya sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dalam bingkai negara khilafah saja yang mampu memberikan jaminan rahmat, kemakmuran, kedamaian, keadilan, dan wibawa sebagai negara,” pungkasnya.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar