Jumat, 19 Maret 2010

SDN 1 Muara Kulam Kekurangan Lokal


Totok Sunarto

MUSI RAWAS-Kekurangan lokal yang dialami SD Negeri 1 Kelurahan Muara Kulam mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Oleh karena itu, Disdik mengimbau kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pendidikan Kecamatan Ulu Rawas untuk melakukan pendataan terhadap sekolah yang mengalami kekurangan lokal. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan dibidang pendidikan.
Demikian diungkapkan Kepala Disdik Kabupaten Mura, Edi Iswanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Totok Sunarto, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Jumat (19/3).
“Kalau masalah itu kami belum menerima laporan. Tetapi, kalau itu memang benar adanya silakan kepada kepala sekolah untuk melaporkan hal tersebut kepada KUPT di kecamatan masing-masing. Kalau ada laporan, baru kami akan melakukan penambahan lokal dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Totok.
Ditambahkannya, dunia pendidikan selalu menjadi perhatian khusus oleh Pemkab Mura. Oleh karena itu, apabila ada kekurangan lokal di beberapa sekolah pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin memajukan dunia pendidikan apalagi dalam rangka mewujudkan Mura Cerdas.
“Untuk menanggulangi kekurangan lokal yang dialami sejumlah sekolah, Disdik mempunyai kebijakan baru dengan membuka kelas jauh di berbagai kecamatan. Hal ini dilakukan, supaya bagi siswa siswi yang berada jauh dari lokasi sekolah bisa menikmati pendidikan,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, untuk kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehari-hari di SDN 1 Muara Kulam, manajemen sekolah mengambil kebijakan menumpang di Madrasah Diniyah Al Quran (MDA) Nurul Khoiriyah, Muara Kulam.
Kepala SDN Muara Kulam, Hasyim, melalui salah seorang guru, M Yusuf beberapa waktu lalu, membenarkan kalau SDN 1 Muara Kulam masih mengalami kekurangan lokal belajar. Menurutnya, untuk menampung 300 siswa atau 12 kelas, pihak sekolah terpaksa menumpang di MDA Nurul Khoiriyah.
“Memang diakui sebagian murid kami menumpang di MDA Nurul Khoiriyah. Meski demikian, Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap lancar tanpa ada kendala apa-apa. Apalagi jarak kedua sekolah tersebut tidak begitu berjauhan,” tuturnya.
Dikatakan pula, idealnya SDN 1 Muara Kulam membutuhkan sekitar empat lokal lagi. Walaupun nantinya antara kelas 1 dengan kelas II bisa digabung. Mengenai fasilitas pendukung, menurut Yusuf, tidak ada masalah mulai dari tenaga guru hingga sarana prasarana. “Andaipun ada kekurangan, itu merupakan hal biasa. Yang penting tidak mempengaruhi KBM,” tegasnya.(05)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar