Rabu, 24 Maret 2010

TK Mardotillah Kunjungi Polres Lubuklinggau

f-agus/linggau pos
Nyanyi : Kasat Lantas, AKP Ferdinand dan anak tk Mardotillah menyanyikan lagu pak polisi.

LUBUKLINGGAU- Rabu (24/3) anak Taman Kanak-Kanak (TK) Mardotillah melakukan kunjungan edukatif ke Polres Lubuklinggau. Tujuannya, suapay anak TK tersebut mengenalkan rambu-rambu lalu lintas (Lalin) sejak dini.
Kepala Sekolah TK Mardotillah, Lena mengatakan, kunjungan edukatif dilakukan setahun empat kali atau satu semester dua kali. “Ada 200 anak terdiri dari TK Mardotillah satu, dua, dan Mardotillah tiga mengikuti kegiatan ini,” katanya.
Dilanjutkannya, kunjungan itu disesuaikan dengan pokok bahasan, seperti kunjungan kepeternakan sapi perah, ke hutan lindung Bukit Cogong dan lain-lain.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Lantas, AKP Ferdinand menerangkan, mensosialisasikan rambu-rambu Lalin kepada anak atau Polisi Sahabat Anak (Polsana) merupakan salah satu dari 13 program unggulan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
Menurut dia, dalam kegiatan Polsana Satlantas Polres Lubuklinggau melibatkan Polwan dengan melakukan pola bermain, baris berbaris sambil belajar dengan menggunakan alat–alat peraga rambu-rambu Lalin dengan anak–anak TK Mardotillah. “Sehingga dengan memperkenalkan aturan dan rambu–rambu Lalin sejak dini dapat menumbuhkan kesadaran anak–anak tertib dalam berlalu lintas. Kami berharap anak-anak tersebut jadi patuh,” harapnya.
Selain itu, kepolisian juga melakukan pendidikan lalu lintas bagi masyarakat.
Sehingga dengan itu Satlantas Polres Lubuklinggau juga melakukan pendidikan Lalin kepada masyarakat. ”Satlantas Polres Lubuklinggau sangat mengharapkan agar masyarakat dapat membangun kemitraan dengan Polantas. Sehingga secara bersama–sama antara masyarakat dan polisi dapat menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas yang konduksif,” jelasnya.
Dalam membangun kemitraan ini Satlantas telah mengumpulkan 150 orang utusan dari delapan kecamatan dan 72 kelurahan. “Dari setiap kelurahan diambil dua orang,” ungkapnya.(16)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar