Rabu, 03 Maret 2010

Disdik Harus Sikapi Masalah Kekurangan Guru

LUBUKLINGGAU-Masih kurangnya guru sejumlah mata pelajaran di tingkat SMA, mendapat perhatian khusus dari anggota fraksi PAN DPRD Kota Lubuklinggau, Nuzuan Ahdi. Menurutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau harus menyikasi persoalan ini. Sebab, apabila hal tersebut tidak bisa diselesaikan dikhawatirkan akan berdampak pada keahlian siswa di berbagai bidang.
“Telah kita ketahui bersama bahwa di Kota Lubuklinggau masih kekurangan guru di berbagai mata pelajaran khususnya tingkat SMA. Antara lain guru Geografi, Kesenian, Olahraga, Sosiologi, Bahasa Arab dan berbagai mata pelajaran lainnya. Apalagi, saat ini ada sekolah yang berpredikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) memiliki mata pelajaran Information Technology (IT), artinya harus seorang guru yang benar-benar berkompeten dibidangnya,” terang Nuzuan kepada wartawan koran ini, beberapa waktu lalu.
Untuk itu, dia berharap kepada Disdik untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setiap kali melakukan penerimaan guru. Tujuannya untuk menyeimbangkan keperluan guru bagi seluruh sekolah di Kota Lubuklinggau.
“Hendaknya bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Lubuklinggau harus berkoordinasi dengan BKD dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dan khusus untuk Disdik harus merekrut tenaga pendidik sesuai dengan disiplin ilmu yang diharapkan, jangan asal menerima saja yang akhirnya hanya mubazir,” lanjutnya.
Berdasarkan data di Disdik Kota Lubuklinggau, saat ini 3.578 guru terdaftar sebagai guru mata pelajaran dan guru kelas. Melihat dari jumlah yang terdaftar memang terhitung banyak, meskipun banyak ternyata jumlah tersebut tidak seimbang dengan kebutuhan sekolah. Dimana, ada sekolah yang kelebihan guru di berbagai mata pelajaran tetapi di sisi lain ada sekolah yang kekurangan guru mata pelajaran.
“Kalau memang saat ini Disdik kelebihan guru di sejumlah mata pelajaran, bisa dialihkan ke sekolah swasta yang ada. Kan, Kota Lubuklinggau ini bukan milik sekolah negeri saja,” pungkasnya.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar