Senin, 08 Maret 2010

Asoka Training Centre Gelar Terapi

Atasi Kecemasan Jelang UN

LUBUKLINGGAU-Untuk mengurangi kecemasan para pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN), 22 Maret mendatang, Asoka Training Centre akan menggelar terapi kecemasan menjelang UN. Kegiatan ini diperuntukkan bagi pelajar se-Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Menurut rencana, kegiatan tersebut akan berlangsung di Aula Akademik Keperawatan (Akper) Departemen Kesehatan (Depkes) Lubuklinggau, Selasa (16/3) mendatang.
Ketua panitia pelaksana, Irwantoni mengatakan, digelarnya kegiatan ini didasarkan atas kenyataan bahwa setiap kali menghadapi UN, para pelajar memiliki kecenderungan mengalami kecemasan. Dan hal itu sangat sulit untuk dihindarkan, sehingga mengakibatkan konsentrasi pelajar menjadi terpecah.
“Kecemasan tak hanya dialami oleh pelajar, tetapi para orang tua siswa juga mengalami hal yang sama. Sebab, orang tua mempunyai harapan yang tinggi supaya putra putri mereka berhasil melewati tiga hari penentuan masa depannya sendiri. Kemudian, kecemasan juga sering melanda para guru, mampukah anak didiknya melewati ujian yang hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu alat ukur pemetaan mutu pendidikan. Tiga hari dan tiga mata pelajaran utama dengan batas nilai kelulusan, sekolah mengesampingkan perjuangan selama tiga tahun menempuh pendidikan. Maka dari itulah untuk meminimalisir perasaan itu, kami pandang perlu diadakannya sebuah terapi mengatasi kecemasan dan ketakutan menghadapi UN,” ungkap Irwantoni kepada wartawan koran ini, Senin (8/3).
Ditambahkannya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengubah fikiran irasional siswa yang bersifat internal dalam menghadapi UN. Membentuk fikiran baru yang memotivasi diri serta fikiran negatif menjadi positif. Kemudian menyebarkan fikiran positif pada lingkungan serta merasakan dan berusaha mengenali emosi yang muncul saat kecemasan menghadapi UN.
“Selanjutnya, untuk mengubah luapan emosi negatif siswa yang bersifat internal dalam menghadapi UN dan membentuk prilaku baru yang mendukung fikiran dan emosi positif yang telah dibangun sebelumnya. Mempertahankan prilaku efektif dalam mengurangi kecemasan dalam menghadapi UN, sehingga menghasilkan kemampuan menciptakan prilaku mandiri menghadapi permasalahan hidup yang lain,” pungkasnya.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar