Jumat, 12 Maret 2010

Disdik Data Kerusakan Sekolah Akibat Banjir


f-hetty/linggau pos
Totok Sunarto

MUSI RAWAS-Banjir yang melanda Februari 2010 lalu, hingga merendam bangunan SD Negeri Pangkalan Tarum Kecamatan BTS Ulu membuat fasilitas sekolah banyak yang rusak. Terutama buku-buku pelajaran untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Oleh karena itulah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melakukan pendataan terhadap kerugian dialami sejumlah sekolah yang terendam banjir.
Kepala Disdik Kabupaten Mura, Edi Iswanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Totok Sunarto mengatakan, tujuannya adalah untuk mengetahui apa saja yang diperlukan sekolah pasca banjir. Apalagi dalam waktu dekat siswa akan melaksanakan Ujian Nasional (UN).
“Saat ini kami tengah melakukan pendataan sekolah yang mengalami kerusakan pasca banjir, yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Mura. Pendataan itu telah dilaksanakan mulai Selasa (9/3) hingga Sabtu (13/3). Dengan pendataan ini kami akan menyampaikannya ke Pemkab Mura. Dan tindak lanjutnya akan dilakukan Pemkab,” ungkap Totok, kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Jumat (12/3).
Sebagaimana diketahui, akibat banjir yang merendam SDN Pangkalan Tarum mengakibatkan buku-buku pelajaran banyak rusak, karena saat banjir pihak sekolah tidak sempat menyelamatkan buku dan sejumlah perlengkapan sekolah lainnya.
Dahmin Kepala SDN Pangkalan Tarum berharap pemerintah dapat membantu dalam hal pengadaan buku-buku pelajaran yang hancur untuk KBM di sekolah tersebut. “Saat ini belum ada bantuan fasilitas yang rusak dari Pemkab Mura. Guna mengatasi persoalan KBM, para guru hanya mengandalkan buku mata pelajaran milik guru pengajar sedangkan untuk siswa tidak ada sama sekali,” ungkap Dahmin.
Sementara itu Ketua BPD Pangkalan Tarum, Lubis membenarkan hal itu. Akibat banjir terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan banyak fasilitas di SDN Pangkalan Tarum rusak, terutama buku pelajaran.
“Kami sudah mendata kerusakan yang terjadi akibat banjir. Dan kami sudah menerima laporan dari pihak sekolah bahwa buku-buku pelajaran banyak rusak,” katanya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membantu fasilitas yang rusak agar KBM berjalan lancar. Apalagi saat ini murid kelas VI sangat membutuhkan pengajaran yang cukup, guna menghadapi UN berlangsung tidak lama lagi.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar