Rabu, 15 September 2010

Orang Yang Dipilih Tuhan

Satu jam menjelang buka puasa di bulan Ramadhan, ketika sedang jalan-jalan di taman kota, saya melihat suatu pemandangan yang sebenarnya biasa saja. Seorang lelaki muda sedang memberikan sedekah kepada sepasang pengemis tua yang selalu mangkal di taman itu tiap sore.
Yang menjadi tidak biasa, ketika sekilas saya melihat beberapa lembar seratus ribuan yang dia berikan kepada pengemis pria tetapi tidak langsung diambil oleh si pengemis yang menatap bingung dengan pemberian yang tidak biasanya ini. Lalu pria itu meraih tangan si pengemis dan menggenggamkan ke tangan si pengemis pria sambil berbicara kepadanya dan berlalu diiringi tatapan bingung dari pengemis wanita.
Ketika lewat di hadapan saya yang pura-pura tidak memperhatikan kejadian itu, pria tadi sempat tersenyum kepada saya yang saya balas juga dengan senyuman. Penasaran dengan jumlah sedekah yang sempat dilihat itulah yang membuat saya berniat membuntuti pria tersebut.
Rupanya dia berjalan ke arah para penjual penganan yang ramai dengan pembeli yang antri belanja aneka kue dan minuman untuk berbuka nanti. “Kebetulan..” gumam saya. Pria ini berdiri pada antrian dan sayapun turut antri di sebelahnya.
Tindakan ngantri di penjual yang salah ini saya lakukan karena rasa ingin tahu alasan dari pria ini memberikan sedekah yang tidak biasa tadi. Iya, saya salah ngantri di tempat jualan kue padahal dari rumah istri sudah pesan untuk membeli es kelapa muda. Tapi tak apalah demi informasi dan rasa penasaran saya memilih membeli kue saja.
Singkat cerita, setelah sedikit basa basi, akhirnya dapat juga informasi dari pria ini mengenai alasannya memberikan sedekah yang tidak biasa tadi.
Tadinya pria ini seorang penjual Koran dan majalah di kaki lima sampai keberuntungan yang membawanya menjadi seorang sales MLM (Multy Level Marketing) produk kesehatan yang sukses. Inilah awal perubahan kehidupan ekonomi keluarganya menjadi serba cukup.
“Saya bukan sarjana kesehatan Mas, Apalagi pernah kuliah kedokteran. Jauuh Mas.” Begitu katanya kepada saya. “Saya hanya merasa bahwa saya adalah orang yang beruntung dan saya bersyukur telah dipilih Tuhan sehingga bisa menyampaikan amanahNya kepada sesama.” Katanya lagi sambil berlalu setelah menyalami saya.-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar