Rabu, 15 September 2010

STKIP PGRI Yudisium 171 Mahasiswa

F-Leo/Linggau Pos
SEMATKAN :
Ketua STKIP PGRI Lubuklinggau, Lukman Nawi  menyemat salah satu peserta yudisium dari Program Study Fisika.

LUBUKLINGGAU-Rabu (15/9) 171 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Lubuklinggau,  di yudisium. Prosesi tersebut dilaksanakan di Kampus STKIP PGRI Lubuklinggau, Jalan Mayor Toha Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan dilanjutkan dengan ikrar sarjana yang dipinpin oleh Gusti Herlinda.
Ketua STKIP PGRI Lubuklinggau Lukman Nawi, mengatakan prosesi yudisium ini merupakan yang terakhir kalinya dilaksanakan di tahun 2010, dan akan diwisudakan Sabtu (18/9). “Sedikitnya 257 yang akan diwisuda. Dari 257 tersebut, ada delapan orang mahasiswa yang dinyatakan cum laude  dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) 3,50 keatas pada pelaksanaan yudisium ini. Ke delapan mahasiswa yang dinyatakan cumlaude tersebut akan kita berikan penghargaan berupa insentif senilai Rp 500 ribu/mahasiswa,” kata Lukman Nawi, kepada wartawan koran ini, Rabu (15/9).
Dilanjutkannya, nilai yang mereka peroleh merupakan nilai asli yang mereka peroleh selama ini dan tidak ada rekayasa terhadap nilai mereka, sehingga mereka mampu bersaing dengan alumnus Perguruan Tinggi (PT) lain. Ia berharap kepada seluruh peserta yudisium untuk dapat menjaga nama baik almamater dan mengharumkan nama STKIP PGRI Lubuklinggau, sehingga dapat memajukan lembaga ini dikemudian hari.
Sementara itu, Ketua YPLP PT PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aidil Fitrisyah berpesan kepada seluruh mahasiswa STKIP PGRI Lubuklinggau,  berusaha untuk berguna bagi diri sendiri, berguna dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat. Kemudian cipatakan rasa kebersamaan antar sesama.
“Saya mendirikan STKIP PGRI Lubuklinggau sejak tahun 1984, tujuannya untuk mendidik anak bangsa di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kota Lubuklinggau. Kedepan kami terus berupaya untuk menjadikan STKIP PGRI Lubuklinggau menjadi Institut Keguruan. Untuk itu pihaknya terus berbenah dan membangun fasilitas, serta menghijaukan lingkungan Kampus  STKIP. Selain itu berupaya untuk mensetarakan jenjang pendidikan dosen  ke S2. “Jika ada niat baik dan tidak ada korupsi insyaallah apa yang dicanangkan selama ini dapat segera kita realisasikan.  Kemudian untuk mewujudkan hal tersebut, STKIP PGRI Lubuklinggau harus memiliki jenjang pendidikan S3, karena kualitas pendidikan tidak akan dicapai jika dosennya sendiri tidak berkualitas,” jelasnya.    
Maka sedikitnya ada dua dosen yang akan dikuliahkan untuk S3. Tujuannya untuk mewujudkan apa yang dicanangkan atau menciptakan institut yang diharapkan selama ini. Selain dari pada itu fasilitas, seperti perpustakaan, laboratorium juga harus lengkap. “Alhamdullillah saat ini perpusatakaan yang ada di STKIP PGRI Lubuklinggau setara dengan perpustakaan di pasca sarjana Universitas Sriwijaya (UNSRI). Kemudian kita akan memasang dua hotspot (tempat/area) jaringan internet di STKIP PGRI Lubuklinggau, sehingga dapat mempermudah mahasiswa dalam urusan kuliah mereka,” bebernya. Acara yudisium itu, dihadiri seluruh orang tua, dosen serta staf STKIP PGRI Lubuklinggau. (10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar