Sabtu, 04 September 2010

STANDAR KOMPETENSI Mata Pelajaran FISIKA

KURIKULUM 2004

SEKOLAH MENENGAH ATAS
dan
MADRASAH ALIYAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Jakarta, Tahun 2003
2
Katalog dalam Terbitan
Indonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitian
dan Pengembangan
Departemen Pendidikan Nasional
Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Fisika SMA & MA, - Jakarta:
Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003
iv, 44 hal.
ISBN 979-725-195-0
3
KATA PENGANTAR
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami
perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi
respon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta
pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistem
pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.
Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan
Pemerintah yang terkait yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional
pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusan
serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.
Upaya penyempurnaan kurikulum ini guna mewujudkan peningkatan mutu
dan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup
pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral,
akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya.
Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan
pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian
kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri dan
berhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuai
dengan kebutuhan dan keadaan daerah dan sekolah.
Dokumen kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar Kurikulum 2004, Standar
Bahan Kajian dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang disusun untuk
masing-masing mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan.
Dokumen ini adalah Standar Kompetensi Mata Pelajaran Fisika untuk satuan
pendidikan SMA & MA.
Dengan diterbitkan dokumen ini maka diharapkan daerah dan sekolah dapat
menggunakannya sebagai acuan dalam pengembangan perencanaan
pembelajaran di sekolah masing-masing.
Jakarta, Oktober 2003
Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan
Dr. Boediono
NIP. 130344755
Direktur Jendral
Pendidikan Dasar dan Menengah
Dr. Ir. Indra Jati Sidi
NIP. 130672115
4
3
4
5
5
6
7
8
8
9
11
11
14
14
18
18
29
34
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................
I. PENDAHULUAN ................................................................................
A. Rasional .........................................................................................
B. Pengertian .....................................................................................
C. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Fisika ..................................
D. Ruang Lingkup Materi Pokok Fisika ..............................................
E Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ......................................
F. Standar Kompetensi Bahan Kajian Sains .....................................
G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Fisika SMA dan MA .......
H. Rambu-rambu ...............................................................................
II. STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR,
DAN MATERI POKOK ............................................................................
A. Kerja Ilmiah ...................................................................................
B. Pemahaman Konsep dan Penerapannya ....................................
Kelas X .........................................................................................
Kelas XI .......................................................................................
Kelas XII ......................................................................................
5
PENDAHULUAN 1
Kurikulum Sains disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan
Sains secara nasional. Saat ini kesejahteraan bangsa tidak hanya bersumber
pada sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik, tetapi bersumber
pada modal intelektual, sosial dan kepercayaan (kredibilitas). Dengan
demikian tuntutan untuk terus menerus memutakhirkan pengetahuan
sains menjadi suatu keharusan. Mutu lulusan tidak cukup bila diukur
dengan standar lokal saja sebab perubahan global telah sangat besar
mempengaruhi ekonomi suatu bangsa. Industri baru dikembangkan
dengan berbasis kompetensi sains dan teknologi tingkat tinggi, maka
bangsa yang berhasil adalah bangsa yang berpendidikan dengan standar
mutu yang tinggi.
Pengembangan kurikulum Sains merespon secara proaktif berbagai
perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta
tuntutan desentralisasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi
program pembelajaran dengan keadaan dan kebutuhan setempat.
Kompetensi Sains menjamin pertumbuhan keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, penguasaan kecakapan hidup,
penguasaan prinsip-prinsip alam, kemampuan bekerja dan bersikap
ilmiah sekaligus pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan
berakhlak mulia.
A. Rasional
Abad XXI dikenal sebagai abad globalisasi dan abad teknologi informasi.
Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang ini merupakan
fakta dalam kehidupan siswa. Pengembangan kemampuan siswa dalam
bidang sains, khususnya bidang fisika merupakan salah satu kunci
keberhasilan peningkatan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan
perubahan dan memasuki dunia teknologi, termasuk teknologi
informasi. Untuk kepentingan pribadi, sosial, ekonomi dan lingkungan,
6
Fisika
siswa perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai agar menjadi
peserta aktif dalam masyarakat.
Kurikulum Fisika menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk
memahami konsep dan proses sains. Pemahaman ini bermanfaat bagi
siswa agar dapat: i) menanggapi isu lokal, nasional, kawasan dunia,
sosial, ekonomi, lingkungan dan etika; ii) menilai secara kritis
perkembangan dalam bidang sains dan teknologi serta dampaknya;
iii) memberi sumbangan terhadap kelangsungan perkembangan sains
dan teknologi; dan iv) memilih karir yang tepat. Oleh karena itu,
kurikulum ini lebih menekankan agar siswa menjadi pebelajar aktif
dan luwes.
B. Pengertian
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,
sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga
merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan Sains di sekolah
menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung
untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi
dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Sains diarahkan
untuk “mencari tahu” dan “berbuat” sehingga dapat membantu siswa
untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam
sekitar.
Mata pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun
Sains yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis induktif
dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
peristiwa alam sekitar, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan
menggunakan matematika, serta dapat mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap percaya diri.
7
Pendahuluan
C. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran Fisika
Fungsi dan Tujuan mata pelajaran fisika di SMA dan MA adalah sebagai
sarana untuk:
1. Menyadari keindahan dan keteraturan alam untuk meningkatkan
keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
2. Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
• jujur dan obyektif terhadap data;
• terbuka dalam menerima pendapat berdasarkan bukti-bukti
tertentu;
• ulet dan tidak cepat putus asa;
• kritis terhadap pernyataan ilmiah yaitu tidak mudah percaya
tanpa ada dukungan hasil observasi empiris;
• dapat bekerjasama dengan orang lain;
3. Memberi pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji
hipotesis melalaui percobaan: merancang dan merakit instrumen
percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data,
menyususn laporan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan
secara lisan dan tertulis;
4. Mengembangkan kemampuan berpikir analisis induktif dan deduktif
dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan
berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara
kualitatif maupun kuantitatif. Pada kelas I perangkat matematika
yang mendukung fisika adalah aljabar. Pada kelas II selain aljabar
penggunaan kalkulus juga diperkenalkan di beberapa bagian. Di
Kelas III penggunaan kalkulus diferensial dan integral dilakukan
dengan porsi yang lebih banyak lagi;
5. Menguasai pengetahuan, konsep dan prinsip fisika serta mempunyai
keterampilan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan
sikap percaya diri sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari dan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi;
6. Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menikmati dan
menyadari keindahan keteraturan perilaku alam serta dapat
menjelaskan berbagai peristiwa alam dan keluasan penerapan fisika
dalam teknologi.
8
Fisika
D. Ruang Lingkup Materi Pokok Fisika
Materi pokok fisika di SMA dan MA merupakan kelanjutan dari materi
pokok fisika SMP dengan perluasan pada konsep abstrak yang dibahas
secara kuantitatif analitis.
Materi pokok tersebut umumnya diperoleh dari berbagai kegiatan yang
menggunakan keterampilan proses dalam lingkup melakukan kerja
ilmiah.
Secara garis besar materi pokok fisika di SMA meliputi:
Kelas X
Besaran, pengukuran dan vektor; karakteristik gerak; penerapan hukum
Newton; tata surya; suhu dan kalor; cahaya; hakekat gelombang
elektromagnetik; listrik dinamis
Keseluruhan materi pokok ini penekanannya pada kecakapan hidup
dan sebagai dasar untuk belajar pada program penjurusan di kelas XI.
Kelas XI
Gerak dengan analisis vektor; energi, usaha, dan daya; impuls dan
momentum; momentum sudut dan rotasi benda tegar; fluida; teori
kinetik gas; termodinamika.
Kelas XII
Gaya listrik dan medan listrik; medan magnet, gaya Lorentz dan induksi
elektromagnetik; gelombang dan bunyi, radiasi benda hitam, teori atom,
relativitas, zat padat/semikonduktor; radioaktivitas; jagat raya.
E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum
Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan hidup dan
belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta
didik melalui pengalaman belajar. Standar Kompetensi lintas kurikulum
adalah sebagai berikut:
9
Pendahuluan
1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan
kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan
agama yang dianutnya;
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan
mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi
dengan orang lain;
3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknikteknik,
pola, struktur dan hubungan;
4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang
diperlukan dari berbagai sumber;
5. Memahami dan menghargai lingkungan fisik, makhluk hidup, dan
teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilainilai
untuk mengambil keputusan yang tepat;
6. Berpartisipasi, berinteraksi dan berkontribusi aktif dalam masyarakat
dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya,
geografis, dan historis;
7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual
serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan
pribadi menuju menuju masyarakat beradab;
8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi
dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan;
9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri,
dan bekerja sama dengan orang lain.
F. Standar Kompetensi Bahan Kajian Sains
Standar kompetensi bahan kajian sains meliputi:
1. Kerja Ilmiah
a. Penyelidikan/Penelitian
Siswa menggali pengetahuan yang berkaitan dengan alam dan
produk teknologi melalui refleksi dan analisis untuk
merencanakan, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan
data, mengkomunikasikan kesimpulan, serta menilai rencana
prosedur dan hasilnya.
b. Berkomunikasi Ilmiah
Siswa mengkomunikasikan pengetahuan ilmiah hasil temuan
10
Fisika
dan kajiannya kepada berbagai kelompok sasaran untuk
berbagai tujuan.
c. Pengembangan Kreativitas dan Pemecahan Masalah
Siswa mampu berkreativitas dan memecahkan masalah serta
membuat keputusan dengan menggunakan metode ilmiah.
d. Sikap dan Nilai ilmiah
Siswa mengembangkan sikap ingin tahu, tidak percaya tahayul,
jujur dalam menyajikan data, faktual, terbuka pada pikiran dan
gagasan baru, kreatif dalam menghasilkan karya ilmiah, peduli
terhadap mahluk hidup dan lingkungan, tekun dan teliti.
2. Pemahaman Konsep dan Penerapannya
a. Makhluk hidup dan Proses Kehidupan
Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya
tentang makhluk hidup dan proses kehidupan serta
interaksinya dengan lingkungan untuk meningkatkan
kualitas kehidupan.
b. Materi dan Sifatnya
Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya
tentang komposisi, sifat dan struktur, transformasi, dinamika,
dan energetika zat serta menerapkannya untuk menyelesaikan
masalah sehari-hari.
c. Energi dan Perubahannya
Siswa menerapkan konsep dasar energi dan perubahannya untuk
memahami gejala alam serta menggunakannya dalam
menyelesaikan masalah sehari-hari.
d. Bumi dan Alam Semesta
Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya
tentang perilaku bumi dan ystem alam serta menerapkannya
untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan cuaca,
struktur, permukaan bumi, sistem tata surya, dan jagat raya.
e. Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat
Siswa mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya
tentang adanya keterkaitan yang saling mempengaruhi antara
sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
11
Pendahuluan
G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Fisika SMA dan MA
Standar kompetensi mata pelajaran Fisika SMA/MA adalah kemampuan:
1. Mendemonstrasikan pengetahuan tentang pengukuran gejala-gejala
alam dalam bekerja ilmiah, menyelesaikan masalah, bersikap ilmiah,
dan berkomunikasi ilmiah;
2. Menerapkan konsep besaran fisika, menuliskan, dan menyatakannya
dalam satuan SI dengan baik dan benar (meliputi lambang, nilai,
dan satuan);
3. Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan mekanika klasik sistem
diskret (partikel);
4. Memaparkan konsep tata surya dan jagat raya melalui penafsiran
terhadap data dan informasi, serta menyadari pentingnya lingkungan
alam semesta sebagai sumber energi kehidupan.
5. Menerapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi energi, dan
sumber energi dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor;
6. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dan optika dalam
menyelesaikan masalah;
7. Menerapkan konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan
kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai
produk teknologi;
8. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu
(benda tegar dan fluida) dalam penyelesaian masalah;
9. Menganalisis keterkaitan antara berbagai besaran fisis pada gejala
kuantum dan menerapkan batas-batas berlakunya relativitas Einstein
dalam paradigma fisika modern;
10. Menganalisis konsep fisika zat padat dan semikonduktor dalam
menghasilkan produk teknologi elektronika;
11. Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan radioaktivitas dalam
kehidupan sehari-hari dan teknologi.
H. Rambu-rambu
1. Pengalaman bekerja ilmiah perlu diberikan sehingga siswa dapat
mengembangkan keterampilan proses, bersikap ilmiah, dan
menguasai konsep fisika untuk memecahkan masalah memahami
12
Fisika
konsep fisika dan mampu menyelesaikan masalah. Untuk
memudahkan guru menyajikan kerja ilmiah disusun kompetensi
dasar dan indikator kerja ilmiah yang pada pelaksanaannya
terintegrasi dengan materi pokok. Pada suatu kegiatan penelitian atau
percobaan tidak semua indikator kerja ilmiah harus dilakukan.
Guru dapat memilih sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan alat/
bahan, kemampuan siswa, ketersediaan alokasi waktu, serta
kemampuan guru.
2. Dalam melakukan kegiatan penyelidikan/ percobaan atau “kerja
ilmiah” selalu dikembangkan pemberian pengalaman belajar secara
langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan
proses yang meliputi kemampuan mengamati, mengukur dengan
teliti, menggolongkan, mengajukan pertanyaan, menyusun
hipotesis, merencanakan percobaan termasuk mengidentifikasi
variabel-variabel yang terlibat dalam percobaan, menentukan
langkah kerja, melakukan percobaan, membuat dan menafsirkan
informasi/grafik, menerapkan konsep, menyimpulkan,
mengkomunikasikan baik secara verbal maupun non verbal.
Disamping itu dikembangkan sejumlah sikap dan nilai meliputi:
rasa ingin tahu, jujur, terbuka, berfikir kritis, teliti, tekun (ulet),
berdaya cipta, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan. Semua
siswa perlu terlibat aktif pada kegiatan pembelajaran.
3. Pada satu semester sekurang-kurangnya dua kali guru/siswa
melakukan kegiatan penyelidikan/percobaan dengan melibatkan
aspek kerja ilmiah
4. Dalam Kegiatan Pembelajaran perlu ada pergeseran penekanan dari
“apa bahan yang akan dipelajari siswa” ke “bagaimana membelajarkan
kompetensi dan memperkaya pengalaman belajar siswa”.
5. Kegiatan pembelajaran lebih diarahkan pada “belajar” daripada
mengajar. Kondisi ini mendudukkan guru sebagai fasilitator sehingga
proses belajar dapat berlangsung dengan siswa lebih aktif. Semua
siswa diajak terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
13
6. Pada akhir semester, guru dapat memberikan tugas proyek yang
perlu dikerjakan serta ditinjau ulang untuk senantiasa
menyempurnakan hasil. Tugas proyek ini diharapkan menyangkut
Sains, Lingkungan, Teknologi, dan Masyarakat (Salingtemas) secara
nyata dalam konteks pengembangan teknologi sederhana, penelitian
dan pengujian, pembuatan sari bacaan, pembuatan kliping,
penulisan gagasan ilmiah atau sejenisnya.
7. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, penilaian dilakukan melalui
pendekatan penilaian berbasis kelas (PBK), yang terintegrasi dalam
pembelajaran di kelas. Penilaian tentang kemajuan belajar siswa
dilakukan selama proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara
terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran sehingga
penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir periode. Kemajuan
belajar dinilai dari proses bukan hanya hasil (produk).
8. Penilaian fisika dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti tes
perbuatan (performance), tes tertulis, penugasan (proyek), skala
sikap, portofolio, dan hasil kerja (produk). Dengan demikian,
lingkup penilaian fisika dapat dilakukan baik pada hasil belajar
(akhir kegiatan) maupun pada proses pembelajaran. Hasil penilaian
dapat diwujudkan dalam bentuk nilai dengan ukuran kuantitatif
ataupun dalam bentuk komentar deskriptif kualitatif.
9. Pada kolom indikator diberikan tambahan tanda bintang (*) atau
pagar (#). Tanda (*) adalah tanda indikator yang dilaksanakan
sebagai materi pengayaan untuk siswa yang berkemampuan tinggi.
Sedangkan tanda (#) adalah tanda untuk indikator yang memerlukan
penekanan dalam pembelajaran.
14
STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI
DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOK 2
A. KERJA ILMIAH
Standar Kompetensi : 1. Mendemonstrasikan pengetahuan tentang
pengukuran gejala-gejala alam dalam bekerja
ilmiah, menyelesaikan masalah, bersikap ilmiah,
dan berkomunikasi ilmiah.
1.1 Merencanakan
penelitian ilmiah
dalam bidang fisika
1.2 Melaksanakan
penelitian ilmiah
dalam bidang fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Merumuskan tujuan
penelitian
• Menetapkan bentuk
penelitian
• Menetapkan variabel,
termasuk yang
dikendalikan dan
variable bebas
• Menyusun hipotesis
(bila diperlukan)
• Menetapkan
instrumen yang sesuai
dengan tujuan
penelitian
• Menentukan langkahlangkah
kerja dan cara
pengumpulan data
• Menetapkan cara
memperoleh data yang
sesuai
• Menetapkan cara
menganalisis data
• Mengidentifikasi
masalah-masalah nyata
yang perlu diteliti
yang berkaitan dengan
fisika
Terintegrasi dalam
pembelajaran Fisika
15
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
1.3 Mengkomunikasikan
hasil penelitian ilmiah
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengidentifikasi
metode penelitian
yang khusus untuk
bidang fisika
• Menyiapkan peralatan/
instrumen yang sesuai
untuk penelitian
ilmiah
• Menerapkan teknis/
proses pengumpulan
data
• Menggunakan alat
ukur secara teliti dan
benar
• Mengolah data sesuai
jenisnya/sesuai
keperluan
• Mengidentifikasi
teknologi yang relevan
untuk penelitian fisika
• Mengenal keterbatasan
dan kelebihan
teknologi yang
dipakai
• Menganalisis data
• Menyimpulkan hasil
penelitian
• Merekomendasikan
tindak lanjut dari hasil
penelitian
• Menginformasikan
rasional penelitian
ilmiah
• Mengkomunikasikan
masalah penelitian
secara jelas dalam
laporan
• Menspesifikasi
variabel yang diteliti
• Mengkomunikasikan
prosedur perolehan
data
16
Fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengkomunikasikan
cara mengolah dan
menganalisis data yang
sesuai untuk
menjawab masalah
penelitian
• Menyajikan hasil
pengolahan data
dalam bentuk tabel,
grafik, diagram alur/
flow chart dan peta
konsep
• Menggunakan media
yang sesuai dalam
penyajian hasil
pengolahan data
• Menjelaskan data baik
secara verbal dan
nonverbal
• Mengkomunikasikan
kesimpulan dan
temuan penelitian
• Menyajikan model
hubungan dengan
simbol dan standar
internasional dengan
benar
• Menyajikan pola
hubungan dari peta
konsep yang
dianalisis
• Mendeskripsikan
kecenderungan
hubungan, pola, dan
keterkaitan variabel
• Menggunakan bahasa,
simbol dan
peristilahan yang
sesuai untuk bidang
fisika
17
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membedakan fakta
dan opini
• Berani dan santun
dalam mengajukan
pertanyaan dan
berargumentasi
• Mengembangkan
keingintahuan
• Memiliki kepedulian
terhadap lingkungan
• Melakukan kegiatan
yang menunjukkan
kepedulian
lingkungan
• Berpendapat secara
ilmiah dan kritis
• Berani mengusulkan
perbaikan atas suatu
kondisi dan
bertanggungjawab
terhadap usulannya
• Bekerjasama dalam
kelompok
• Bersikap jujur
terhadap temuan data/
fakta
• Tekun
1.4 Bersikap ilmiah
18
Fisika
B. PEMAHAMAN KONSEP DAN PENERAPANNYA
KELAS : X
Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep besaran fisika, menuliskan,
dan menyatakannya dalam satuan SI dengan baik
dan benar (meliputi lambang, nilai, dan satuan).
2.1 Mengukur besaranbesaran
fisika dengan
alat yang sesuai dan
mengolah data hasil
dengan menggunakan
aturan angka penting
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menyiapkan instrumen
secara tepat serta
melakukan pengukuran
dengan benar berkaitan
dengan besaran pokok
panjang, massa, waktu,
dengan mempertimbangkan
aspek ketepatan
(akurasi), kesalahan
matematis yang
memerlukan kalibrasi,
ketelitian (presisi) dan
kepekaan (sensitivitas)
• Membaca nilai yang
ditunjukkan alat ukur
secara tepat, serta
menuliskan hasil
pengukuran sesuai
aturan penulisan
angka penting disertai
ketidakpastiannya
(batas ketelitian alat)
dengan tepat.
• Mendefinisikan angka
penting dan
menerapkannya.
• Menjelaskan pengertian
tentang kesalahan
sistematik dan acak
serta memberikan
contohnya
• Menghitung kesalahan
sistematik dalam
pengukuran *)
Besaran dan Satuan
19
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
2.2 Membedakan besaran
pokok dan besaran
turunan beserta
satuannya
2.3 Memprediksi dimensi
suatu besaran dan
melakukan analisis
2.4 Melakukan
penjumlahan dan
perkalian dua buah
vektor
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengolah data hasil
pengukuran dan
menyajikannya dalam
bentuk grafik dan
mampu menarik
kesimpulan tentang
besaran fisis yang
diukur berdasarkan
hasil yang telah
disajikan dalam bentuk
grafik, serta mampu
memberikan rumusan
matematis sederhana
(linier) untuk besaran
fisis yang disajikan
dalam bentuk grafik
• Membandingkan
besaran pokok dan
besaran turunan serta
dapat memberikan
contohnya dalam
kehidupan sehari-hari
• Menerapkan satuan
besaran pokok dalam
sistem internasional
• Menentukan dimensi
suatu besaran pokok
• Menerapkan analisis
dimensional dalam
pemecahan masalah *)
• Menjumlahkan dua
vektor atau lebih
dengan metoda jajaran
genjang dan poligon
• Menjumlahkan dua
vektor yang segaris
atau membentuk
sudut secara grafis dan
menggunakan rumus
cosinus.
Besaran dan Satuan
20
Fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menguraikan sebuah
vektor dalam bidang
datar menjadi dua
vektor komponen yang
saling tegak lurus.
• Menjumlahkan dua
vektor atau lebih
dengan cara analisis
• Menghitung hasil
perkalian dua buah
vektor dengan cara
perkalian titik *)
• Menghitung hasil
perkalian dua buah
vektor dengan cara
perkalian silang *)
Besaran dan Satuan
Keterangan:
*) = pengayaan
Standar Kompetensi : 3. Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan
mekanika klasik sistem diskret (partikel).
3.1 Menganalisis besaranbesaran
fisika pada
gerak lurus beraturan
(GLB) dan gerak
lurus berubah
beraturan (GLBB)
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mendefinisikan
pengertian gerak
• Membedakan jarak
dan perpindahan
• Membedakan
kecepatan rata-rata
dan kecepatan sesaat
• Menyimpulkan
karakteristik gerak lurus
beraturan (GLB) melalui
percobaan dan
pengukuran besaranbesaran
terkait
• Menyimpulkan
karakteristik gerak lurus
berubah beraturan (GLBB)
melalui percobaan dan
pengukuran besaranbesaran
terkait
Gerak lurus
21
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
3.2 Memprediksi besaranbesaran
fisika pada
gerak melingkar
beraturan dan gerak
melingkar berubah
beraturan
3.3 Menjelaskan Hukum
Newton sebagai
konsep dasar
dinamika, dan
mengaplikasikannya
dalam persoalanpersoalan
dinamika
sederhana
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membedakan
percepatan rata-rata
dan percepatan sesaat
• Menerapkan besaranbesaran
fisika dalam
GLB dan GLBB dalam
bentuk persamaan dan
menggunakannya
dalam pemecahan
masalah
• Merumuskan gerak
melingkar beraturan
secara kuantitatif.
• Menjelaskan
pengertian percepatan
sentripetal, dan
mengaplikasikannya
dalam kehidupan
sehari-hari
• Memberikan contoh
gerak melingkar
beraturan dan berubah
beraturan dalam
kehidupan sehari-hari
• Menjelaskan
perumusan kuantitatif
gerak melingkar
berubah beraturan *)
• Memberikan contoh
penerapan hukum
Newton dengan
menggunakan
berbagai media
• Melakukan percobaan
yang berhubungan
dengan hukumhukum
Newton
• Melukiskan diagram
gaya-gaya yang
bekerja pada suatu
benda
Gerak melingkar
Dinamika Partikel
22
Fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menjelaskan
pengertian gaya berat
dan gaya gesekan,
serta contoh
aplikasinya dalam
kehidupan sehari-hari
• Menjelaskan konsep
gaya sentripetal pada
gerak melingkar
beraturan
• Melakukan analisa
kuantitatif untuk
persoalan-persoalan
dinamika sederhana
pada bidang tanpa
gesekan
Keterangan:
*) = pengayaan
Standar Kompetensi : 4. Memaparkan konsep tatasurya dan jagat raya
melalui penafsiran terhadap data dan informasi,
serta menyadari pentingnya lingkungan alam
semesta sebagai sumber energi kehidupan.
4.1 Mendeskripsikan
konsep tatasurya dan
pembentukannya
berdasarkan teori
fisika termasuk
planet-planet, komet,
dan satelitnya
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menafsirkan “data
dasar anggota
tatasurya” (susunan
tatasurya, jejari, massa,
suhu, period rotasi,
period revolusi, satelit)
untuk menentukan
sifat-sifat planet.
• Mengenali
karakteristik komet
(lintasan gerak, dan
perubahan ekornya).
• Mengenali perilaku
Asteroid sebagai
bagian dari tatasurya
beserta lintasannya
Tata Surya
23
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengenali ciri dan
keberadaan meteoroid
• Membandingkan
beberapa teori
pembentukan
tatasurya (kekuatan
dan kelemahan
masing-masing)
menurut teori kabut,
teori Planetesimal,
teori Bintang Kembar
dan teori Proto Planet.
• Menafsirkan gerak
rotasi bumi dan arah
sumbu rotasinya
berdasarkan bukti
yang dapat diamati.
• Menemukan akibatakibat
rotasi bumi
terhadap percepatan
gravitasi bumi, arah
angin, arus laut, dan
gerak balistik.
• Menjelaskan
terjadinya paralaks
bintang akibat gerak
revolusi bumi
• Menemukan hubungan
antara kedudukan
sumbu rotasi bumi
terhadap bidang
ekliptika dengan
pergantian musim di
bumi (di belahan
katulistiwa dan
dibelahan Utara/Selatan).
• Menemukan cara
mengukur jarak bulan
dari matahari.
• Menggambarkan gerak
edar bulan terhadap
bumi dan terhadap
matahari.
24
Fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membandingkan
terjadinya gerhana
matahari dan gerhana
bulan dan penelitian
yang dapat dilakukan
pada waktu peristiwa
tersebut terjadi
• Mengenal gerak satelit
yang disebut geosinkron
atau geostasioner
• Menjelaskan berbagai
pesawat antariksa,
baik yang mengedari
bumi maupun yang
menuju planet serta
misi masing-masing
• Menunjukkan tujuan
dan penggunaan satelit
• Mengidentifikasi
keberhasilan/ketidak
berhasilan penelitian
atau eksplorasi luar
angkasa
Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi
energi, dan sumber energi dengan berbagai
perubahannya dalam mesin kalor
5.1 Melakukan percobaan
yang berkaitan
dengan kalor.
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menganalisis pengaruh
kalor terhadap suhu
dan wujud benda
• Menerapkan asas Black
secara kuantitatif #)
• Menjelaskan peristiwa
perubahan wujud dan
karakteristiknya serta
memberikan contohnya
dalam kehidupan
sehari-hari
Suhu dan Kalor
4.2 Mendeskripsikan
tentang penerbangan
angkasa luar
Penerbangaan angkasa
luar
25
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
5.2 Mendeskripsikan cara
perpindahan kalor
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memberikan gambaran
tentang faktor yang
mempengaruhi peristiwa
perubahan wujud.
• Melakukan analisis
kuantitatif tentang
perubahan wujud
• Memaparkan faktorfaktor
yang
mempengaruhi besar
pemuaian zat padat,
zat cair, dan gas
• Membedakan besar
pemuaian (panjang,
luas, dan volum) pada
berbagai zat secara
kuantitatif
• Membedakan
peristiwa perpindahan
kalor cara konduksi,
konveksi dan radiasi
• Menentukan faktorfaktor
yang berpengaruh
pada peristiwa
perpindahan kalor
melalui konduksi,
konveksi, dan radiasi
• Memberikan contoh
melalui percobaan
peristiwa konduksi,
konveksi, dan radiasi
dalam kehidupan
sehari-hari, serta
penerapannya dalam
bentuk teknologi
sederhana
• Mendemonstrasikan
cara untuk mengurangi/
mencegah perpindahan
kalor melalui konduksi,
konveksi, dan radiasi
Keterangan:
#) = Perlu penekanan
Pepindahan kolor
26
Fisika
Standar Kompetensi : 6. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang
dan optika dalam menyelesaikan masalah.
6.1 Menganalisis sifatsifat
cahaya
6.2 Memformulasikan
besaran-besaran fisika
tentang gelombang
elektromagnetik
secara kualitatif
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menunjukkan
percobaan-percobaan
yang mendukung atau
melemahkan teoriteori
Newton,
Huygens dan Maxwelll
• Menggunakan
persamaan tentang
optika geometrik
untuk menyelesaikan
masalah peralatan
optik
• Mencari dan
menelusuri literatur
tentang gelombang
elektromagnetik
• Mengelompokan
berbagai gelombang
elektromagnetik dalam
spektrum
• Menjelaskan
karakteristik khusus
masing-masing
gelombang
elektromagnetik di
dalam spektrum
tersebut
• Menjelaskan contoh
dan penerapan
masing-masing
gelombang
elektromagnetik dalam
kehidupan sehari-hari
Cahaya
Gelombang
elektromagnetik
27
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep konsep kelistrikan (baik
statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah dan berbagai
produk teknologi.
7.1 Merangkai alat ukur
listrik,
menggunakannya
secara baik dan benar
dalam rangkaian
listrik
7.2 Memformulasikan
besaran-besaran
listrik ke dalam
bentuk persamaan
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membedakan jenis
dan fungsi alat ukur
listrik
• Menjelaskan cara
membaca dan
memasang alat ukur
kuat arus dan alat
ukur tegangan
• Menggunakan amper
meter dan voltmeter
dalam rangkaian.
• Menjelaskan faktorfaktor
yang
mempengaruhi besar
hambatan suatu
penghantar
• Menjelaskan besar dan
arah kuat arus listrik
dalam rangkaian
sederhana (satu loop)
• Menjelaskan tegangan
yang tertera pada alat
listrik dan mampu
menghitung energi
dan daya yang terpakai
pada alat listrik
• Menentukan kuat arus
pada rangkaian
majemuk dua loop *)
• Menentukan kuat arus
pada rangkaian
majemuk lebih dari
dua loop *)
Listrik Dinamis
28
Fisika
7.3 Mengidentifikasi
penerapan listrik AC
dan DC dalam
kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membedakan tegangan
DC dan tegangan AC
dalam bentuk grafik
misalnya yang
dihasilkan osiloskop
• Menjelaskan bentuk
rangkaian AC yang
digunakan dalam
rumah-rumah.
• Menunjukkan
penerapan listrik AC
dan DC dalam
kehidupan sehari-hari.
Keterangan:
*) = pengayaan
29
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
KELAS : XI
Standar Kompetensi : 3. Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan
mekanika klasik sistem diskret (partikel).
3.4 Mendeskripsikan
karakteristik gerak
melalui analisis
vektor
3.5 Menginterpretasikan
hukum-hukum
Newton dan
penerapannya pada
gerak benda
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menentukan
hubungan x - t, v - t,
dan a-t melalui grafik.
• Menganalisis gerak
tanpa percepatan dan
gerak dengan
percepatan tetap
• Menentukan
persamaan fungsi
sudut, kecepatan
sudut dan percepatan
sudut pada gerak
melingkar
• Membedakan koefisien
gesekan statis dan
gesekan kinetis
• Menganalisis gerak
benda pada bidang
miring dibawah
pengaruh gaya gesekan
• Menyatakan Hukum
Newton tentang
gravitasi, sebagai gaya
medan yang
berhubungan dengan
gaya antara dua benda
bermassa dan
penerapannya
• Menerapkan hukumhukum
Newton tentang
gerak dan gravitasi pada
gerak planet
• Menentukan kaitan
konsep gaya pegas
dengan sifat elastisitas
bahan
Kinematika
Dinamka
30
Fisika
3.6 Membedakan konsep
energi, usaha, dan
daya serta mampu
mencari hubungan
antara usaha dan
perubahan energi
kinetik
3.7 Menerapkan hukum
kekekalan energi
mekanik dalam
kehidupan sehari-hari
3.8 Menemukan
hubungan antara
konsep impuls dan
momentum,
berdasarkan pada
hukum Newton
tentang gerak, dan
hukum kekekalan
momentum linier
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menganalisis gerak di
bawah pengaruh gaya
pegas
• Memformulasikan
hubungan antara gaya,
energi, usaha, dan
daya ke dalam bentuk
persamaan
• Menunjukkan kaitan
usaha dengan
perubahan energi
kinetik
• Memformulasikan
konsep daya ke dalam
bentuk persamaan dan
kaitannya dengan
usaha dan energi
• Merumuskan
hubungan medan
konservatif dengan
energi potensial dan
hukum kekekalan
energi mekanik
• Merumuskan hukum
kekekalan energi
mekanik pada medan
gaya konservatif
• Menerapkan hukum
kekekalan energi
mekanik dalam
persoalan sehari-hari
• Memformulasikan
konsep impuls dan
momentum serta
keterkaitan antara
keduanya
• Merumuskan hukum
kekekalan momentum
untuk sistem tanpa
gaya luar
Usaha dan Energi
Momentum Linier dan
Impuls
31
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
untuk menyelesaikan
masalah pada
tumbukan
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menerapkan prinsip
kekekalan momentum
untuk menyelesaian
masalah yang
menyangkut interaksi
melalui gaya-gaya
internal
• Mengintegrasikan
hukum kekekalan
energi dan kekekalan
momentum untuk
berbagai peristiwa
tumbukan
Momentum Linier dan
Impuls
Standar Kompetensi : 8. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik
sistem kontinu (benda tegar dan fluida) dalam
penyelesaian masalah.
Keterangan:
*) = pengayaan
8.1 Menemukan
hubungan antara
konsep torsi dan
momentum sudut,
berdasarkan hukum II
Newton serta
penerapannya dalam
masalah benda tegar
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memformulasikan
pengaruh torsi pada
sebuah benda dalam
kaitannya dengan
gerak rotasi benda
tersebut
• Mengungkap analogi
hukum II Newton
tentang gerak translasi
dan gerak rotasi
• Memformulasikan
momen inersia untuk
berbagai bentuk benda
tegar
• Memformulasikan
hukum kekekalan
momentum sudut
pada gerak rotasi
Momentum Sudut dan
Rotasi Benda Tegar
32
Fisika
8.2 Menganalisis hukumhukum
yang
berhubungan dengan
fluida statik dan
dinamik dan dapat
menerapkan konsep
tersebut dalam
kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menganalisis masalah
dinamika rotasi benda
tegar untuk berbagai
keadaan
• Menganalisis gerak
menggelinding tanpa
slip
• Menerapkan konsep
titik berat benda
dalam kehidupan
sehari-hari
• Memformulasikan
hukum dasar fluida
statik
• Menerapkan hukum
dasar fluida statik
pada masalah fisika
sehari-hari
• Memformulasikan
hukum dasar fluida
dinamik
• Menerapkan hukum
dasar fluida dinamik
pada masalah fisika
sehari-hari
Fluida
33
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi
energi, dan sumber energi dengan berbagai
perubahannya dalam mesin kalor.
5.3 Menganalisis
persamaan umum gas
ideal, menurunkan
rumusan energi
kinetik rata-rata tiap
partikel, serta
menurunkan prinsip
ekuipartisi energi
5.4 Menganalisis dan
menerapkan hukum
termodinamika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memformulasikan
hukum Boyle-Gay
Lussac
• Memformulasikan asas
ekuipartisi energi
• Memformulasikan
energi dan kecepatan
rata-rata partikel gas
untuk gerak translasi,
rotasi dan vibrasi
• Menerapkan hukumhukum
fisika untuk
gas ideal pada
persoalan fisika seharihari
• Menganalisis keadaan
gas karena perubahan
suhu, tekanan dan
volume
• Menggambarkan
perubahan keadaan
gas dalam diagram P - V
• Memformulasikan
hukum I
Termodinamika dan
penerapannya
• Mengaplikasikan
hukum II
Termodinamika pada
masalah fisika seharihari
• Memformulasikan
siklus Carnot
• Merumuskan proses
reversibel dan tak
reversibel
Teori Kinetik Gas
Termodinamika
34
Fisika
KELAS : XII
Standar Kompetensi : 6. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang
dan optik dalam menyelesaikan masalah.
6.3 Melakukan kajian
ilmiah untuk
mengenali gejala dan
ciri-ciri gelombang
secara umum serta
penerapannya
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memformulasikan
masalah perambatan
gelombang melalui
suatu medium
• Memformulasikan
karakteristik
gelombang transversal
dan longitudinal
beserta contohnya
• Memformulasikan
gejala superposisi
gelombang
• Memformulasikan
gejala pemantulan
gelombang
• Memformulasikan
gejala interferensi
gelombang
• Mengaplikasikan
superposisi, pantulan
dan interferensi
gelombang dalam
kehidupan sehari-hari
• Memformulasikan
gejala dispersi
gelombang
• Mengaplikasikan
gejala dispersi
gelombang
• Memformulasikan
gejala difraksi
gelombang
• Memformulasikan
gejala polarisasi
gelombang
• Menjelaskan prosesproses
yang dapat
Gejala Gelombang
35
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
6.4 Melakukan kajian
ilmiah untuk
mengenali gejala dan
ciri-ciri gelombang
elektromagnetik serta
penerapannya
6.5 Melakukan kajian
ilmiah untuk
mengenali gejala dan
ciri-ciri gelombang
bunyi serta
penerapannya dalam
teknologi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
menyebabkan
polarisasi gelombang
• Memformulasikan efek
Doppler pada
gelombang
• Menjelaskan aplikasi
efek Doppler seperti
pada RADAR
• Memformulasikan
peristiwa interferensi
cahaya pada celah ganda
• Mengukur panjang
gelombang masingmasing
komponen
cahaya natrium
dengan menggunakan
difraksi cahaya oleh
kisi difraksi
• Menjelaskan peristiwa
fisika yang dapat
menyebabkan
peristiwa polarisasi
cahaya
• Memformulasikan
sifat-sifat dasar
gelombang bunyi
• Merancang percobaan
untuk mengukur cepat
rambat gelombang
bunyi
• Mengklasifikasikan
gelombang bunyi
berdasarkan
frekuensinya
• Memformulasikan
tinggi nada bunyi pada
beberapa alat
penghasil bunyi
• Memformulasikan
gejala pelayangan
bunyi
Gelombang
Elektromagnetik
Bunyi
36
Fisika
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengaplikasikan
peristiwa interferensi
dan resonansi bunyi
pada kehidupan
sehari-hari
• Membuat ulasan
penerapan efek
Doppler untuk
gelombang bunyi
misalnya pada SONAR
• Membuat ulasan
penerapan gelombang
bunyi pada pengujian
tak merusak (NDTnon
destructive
testing)
• Memformulasikan
intensitas dan taraf
intesitas bunyi
Keterangan:
*) = pengayaan
Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep kelistrikan (baik statis
maupun dinamis) dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah dan berbagai
produk teknologi.
7.4 Menerapkan konsep
gaya listrik, medan
listrik dan hukum
Gauss pada suatu
distribusi muatan
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memformulasikan
hukum Coulomb
• Memformulasikan
medan listrik oleh
distribusi muatan titik
• Memformulasikan
hukum Gauss
• Mengaplikasikan
hukum Coulomb dan
Gauss untuk mencari
medan listrik bagi
distribusi muatan
kontinu
Medan dan Potensial
Listrik
37
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
7.5 Memformulasikan
konsep potensial
listrik dan energi
potensial listrik serta
keterkaitannya
7.6 Meformulasikan
prinsip kerja
kapasitor dan
mengaplikasikannya
7.7 Menerapkan induksi
magnetik dan gaya
magnetik pada
beberapa produk
teknologi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Memformulasikan
potensial listrik dan
kaitannya dengan
medan listrik
• Menemukan potensial
listrik oleh distribusi
muatan titik dan
kontinu
• Memformulasikan
energi potensial listrik
dan kaitannya dengan
gaya/medan listrik dan
potensial listrik
• Menentukan beda
energi potensial antara
dua titik dalam medan
listrik
• Memformulasikan cara
kerja kapasitor keping
sejajar
• Menganalisis
rangkaian kapasitor
• Menjelaskan pengaruh
dielektrikum terhadap
kapasitansi kapasitor
pelat sejajar
• Menentukan energi
yang tersimpan di
dalam kapasitor yang
bermuatan
• Memformulasikan
induksi magnetik
disekitar kawat
berarus listrik (hukum
Biot Savart)
• Memformulasikan
hukum Ampere
• Mengaplikasikan
hukum Biot Savart dan
hukum Amper untuk
menentukan kuat
Potensial listrik dan
energi potensial listrik
Kapasitor
Medan Magnet
38
Fisika
7.8 Memformulasikan
konsep induksi
faraday dan arus
bolak-balik,
keterkaitannya, serta
aplikasinya
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
medan magnet oleh
berbagai bentuk kawat
berarus listrik
• Memformulasikan
gaya magnetik
(Lorentz) pada kawat
berarus yang berada
dalam medan magnet
atau partikel bermuatan
yang bergerak dalam
medan magnet
• Mengaplikasikan gaya
Lorentz pada persoalan
fisika sehari-hari
• Memformulasikan
konsep induksi
elektromagnetik
Faraday
• Mengaplikasikan
konsep induksi
elektromagnet Faraday
pada persoalan fisika
sehari-hari seperti
generator listrik,
kepala (head) kaset,
induktor dan
transformator
• Memformulasikan
arus dan tegangan
bolak-balik serta
parameter-parameternya
• Memecahkan
persoalan rangkaian
AC sederhana yang
terdiri atas R, L dan C
menggunakan diagram
fasor
• Menjelaskan peristiwa
resonansi pada
rangkaian RLC dan
pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari
Induksi Elektromagnetik
39
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
Standar Kompetensi : 9. Menganalisis keterkaitan antara berbagai besaran
fisis pada gejala kuantum dan menerapkan batasbatas
berlakunya relativitas Einstein dalam
paradigma fisika modern.
9.1 Menganalisis secara
kualitatif gejala
kuantum yang
mencakup hakikat
dan sifat-sifat radiasi
benda hitam, serta
penerapannya
9.2 Melakukan kajian
ilmiah sehubungan
dengan
perkembangan teori
atom
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menganalisis dan
menginterpretasi data
empiris tentang radiasi
benda hitam
• Memformulasikan
hipotesa Planck
• Memformulasikan
hukum pergeseran
Wien dan hukum
Stefan Boltzmann
berdasarkan hipotesa
Planck
• Mengaplikasikan sifatsifat
radiasi benda
hitam untuk mengukur
suhu matahari dan
suhu bintang
• Memformulasikan
evolusi model atom:
model Thomson,
model Rutherford, dan
Model Bohr
• Memformulasikan
kuantisasi momentum
dan energi pada model
Bohr
• Menjelaskan terjadinya
spektrum diskrit pada
model Bohr
• Memformulasikan
Efek Zeeman
• Memformulasikan atom
berelektron banyak
kaitannya dengan azas
larangan Pauli dan
perulangan sifat-sifat
kimia dari unsur
Radiasi Benda Hitam
Fisika Atom
40
Fisika
9.3 Memformulasikan
teori relativitas
khusus mencakup
bahasan percobaan
Michelson Morley,
dan kesetaraan massa
dengan energi yang
diterapkan dalam
teknologi.
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menginterpretasikan
hasil percobaan
Michelson Morley
• Memformulasikan
transformasi Lorentz
dan perbedaannya dari
transformasi Galileo
• Memformulasikan
penjumlahan
kecepatan yang
bersifat relativistik
• Memformulasikan
peristiwa kontraksi
Lorentz dan dilatasi
waktu
• Memformulasikan
hukum kekekalan
momentum dan energi
secara relativistik
• Mengaplikasikan
hukum kekekalan
momentum dan energi
secara relativistik
• Memformulasikan
kesetaraan massa dan
energi
• Mengaplikasikan
kesetaraan massa dan
energi pada gejala fisi
dan fusi nuklir
Relativitas Khusus
41
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
Standar Kompetensi : 10. Mengaaanalisis konsep fisika zat padat dan
semikonduktor dalam menghasilkan produk
teknologi elektronika.
10.1 Menganalisis konsep
ikatan atom dan
struktur kristal
10.2 Menganalisis
penerapan
semikonduktor pada
bidang teknologi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Membedakan dasar
kerja beberapa jenis
ikatan atom dalam
kristal zat padat
• Melukiskan susunan
atom pada kristal dua
dimensi
• Mengaplikasikan
peristiwa difraksi
Bragg pada penentuan
struktur kristal
• Mengidentifikasi sifat
konduktivitas zat
padat pada isolator,
konduktor dan
semikonduktor
berdasarkan konsep
pita energi
• Membedakan
karakteristik
semikonduktor jenis p
dan jenis n
• Menerapkan prinsip
kerja sambungan
semikonduktor p dan
n pada rangkaian
penyearah dan
penguat
Struktur kristal
Zat Padat dan
Semikonduktor
42
Fisika
Standar Kompetensi : 11. Menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan
radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan
teknologi.
11.1 Menganalisis
karakteristik inti
atom dan
radioaktivitas
11.2 Mendeskripsikan
pemanfaatan
radoaktif dalam
kehidupan seharihari
dan teknologi
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Mengidentifikasi
karakteristik
kestabilan inti atom
• Membuat ulasan
tentang mekanisme
peluruhan radioaktif
• Memformulasikan
secara kuantitatif
peluruhan radioaktif
• Menerapkan konsep
waktu-paruh (half
time)
• Mengaplikasikan
gejala defek massa
untuk menentukan
energi ikat inti
• Mengilustrasikan
prinsip kerja reaktor
nuklir
• Membuat ulasan
mengenai reaksi fusi
nuklir di dalam
matahari yang
merupakan sumber
energi matahari
• Membuat ulasan
mengenai prinsip kerja
bom fisi dan fusi yang
memanfaatkan energi
ikat inti di dalam inti
atom
• Menunjukkan contoh
pemanfaatan
radioisotop pada
bidang teknologi
Fisika Inti dan
Radioalktivitas
43
Kompetensi Dasar, Indikator, Dan Materi Pokok
Standar Kompetensi : 4. Memaparkan konsep tata surya dan jagat raya
melalui penafsiran terhadap data dan informasi,
serta menyadari pentingnya lingkungan alam
semesta sebagai sumber energi kehidupan.
4.3 Menggali informasi
untuk memperoleh
pemahaman tentang
struktur jagat raya
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
• Menganalisis susunan
kimia, suhu, dan
lapisan-lapisan
matahari
• Memformulasikan
proses-proses pokok
yang terjadi di
matahari dan
pengaruhnya
• Menentukan
hubungan antara
gejala efek Doppler
dan spektrum bintang
terhadap gerak semu
bintang terhadap bumi
• Mengidentifikasi dan
mengelompokkan
matahari sebagai
bintang berdasarkan
sifat-sifatnya
• Menafsirkan diagram
Hertzesprung - Russel
dan mengelompokkan
bintang berdasarkan
hasil evolusi seperti
bintang neutron,
bintang putih, dan
blackhole *)
• Mendeskripsikan
bentuk-bentuk galaksi
beserta gugusannya
dan menggolongkan
berdasarkan
bentuknya.
• Menjelaskan tentang
galaksi bimasakti
dengan bantuan
Jagat Raya
44
Fisika
4.4 Memformulasikan
teori Big-Bang
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK
gambar untuk
menentukan posisi
dan gerak matahari
dan gerak bintang
dalam galaksi
bimasakti.
• Mengenal prinsip
kosmologi modern
mengenai gerak
galaksi-galaksi dengan
menggunakan model
dan gambar
• Memaparkan teori
jagat raya
mengembang
berdasarkan teori Big-
Bang melalui
kemampuan menerima
informasi dan bernalar
Teori Big-Bang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar