Rabu, 02 Juni 2010

Dua Siswa Tidak Lulus Ujian Ulangan

Mura Hanya Satu Siswa

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya dua siswa SMK Kota Lubuklinggau dan satu siswa SMA Swasta Kabupaten Musi Rawas (Mura), dinyatakan tidak lulus ujian ulang. Ketiga siswa itu terpaksa harus mengikuti ujian paket C, Selasa (22/6) mendatang.

“Dalam pelaksanaan ujian paket C tersebut, seluruh mata pelajaran yang dinyatakan lulus harus diikuti lagi. Lain halnya dengan pelaksanaan ujian ulangan lalu,” demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida, melalui Sekretaris Disdik Kota Lubuklinggau, Agus Sugianto, didampingi Kabid Dikmenti, Rudi Erwandi, kepada wartawan koran ini, Rabu (2/6).
Menurut Rudi Erwandi, untuk siswa SMA yang mengikuti ujian ulangan baik IPA maupun IPS lulus 100 persen, dengan jumlah peserta 195 siswa yang terdiri dari 44 pelajar SMA dan 151 pelajar SMK. Untuk siswa SMK yang tidak lulus tersebut pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Kita upayakan di tahun ajaran 2010/2011 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia itu akan lebih ditingkatkan lagi, baik dari metode pembelajaran hingga teknis pembelajaran, seperti cara penyampaian materi dan sebagainya. Hal ini juga dapat mengevaluasi guru, mengapa anak didik mereka bisa tidak lulus,” terangnya.
Kadisdik Mura, Edi Iswanto melalui Kabid Dikmenti, Toto Sunarto mengatakan, kelulusan di kabupaten sangat berbeda dengan tingkat kelulusan siswa di Kota Lubuklinggau. Untuk tingkat kelulusan di Kabupaten Mura siswa untuk jurusan IPA lulus 100 persen, dan siswa IPS ada satu orang yang tidak lulus pada ujian ulangan.
“Siswa tersebut gagal pada mata pelajaran sosiologi dengan nilai 3,80. Seandainya ia bisa menjawab dua soal lagi anak itu akan lulus, sebab nilainya kurang 0,20 untuk mencukupi standar kelulusan 4,0 dari yang ditetapkan. Sementara nilai mata pelajaran lain jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai ujian ulangan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, seperti pelajaran Bahasa Indonesia 7,60, Bahasa Inggris 7,40, Matematika 9,00 Ekonomi 8,50 dan geografi 8,20. “Sementara untuk mata pelajaran sosiologi hanya 3,80. Sebelum mengikuti ujian ulangan, nilai itu merupakan nilai tertinggi di antara nilai siswa yang mengikuti ujian ulangan. Akan tetapi setelah mengikuti ujian ulangan, nilai itu berubah menjadi yang terkecil dari hasil ujian ulangan untuk mata pelajaran sosiologi itu,” kata Toto Sunarto.
Untuk itu siswa yang tidak lulus tersebut harus mengikuti ujian paket C. “Hal itu sangat disayangkan untuk mengikuti ujian paket C, jika dilihat dari nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi dan Geografi yang tergolong besar. Mengenai SMA Nibung alhamdulillah lulus semua untuk mata pelajaran Biologi,” pungkasnya.(10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar