Rabu, 02 Juni 2010

Kemenag Sosialisasikan Peningkatan Mutu Guru RA

MUSI RAWAS-Guna meningkatkan mutu pendidikan Raudatul Atfal (RA) di Kabupaten Musi Rawas (Mura), maka Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mura, mengadakan sosilisasi guru RA tentang peningkatan mutu guru RA, Rabu (2/6).
Dalam pelaksanaan sosialisasi, juga dibahas Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Sosialisasi itu dilaksanakan di Aula Kemenag Kabupaten Mura Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Sedikitnya 30 guru RA di Kabupaten Mura ikuti sosialisasi tersebut.
Kapala Bidang Madarasah Pendidikan Dasar (Kabid-Mapenda) Kemenag Kabupaten Mura, Habibullah Angkasa menjelaskan, sosialisasi ini selain untuk meningkatkan mutu pendidikan, pihaknya juga mengupayakan untuk memberi perhatian khusus terhadap Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA) di kabupaten Mura. “Seperti tunjangan fungsional untuk non PNS maupun PNS, selain itu juga bagi guru RA akan disetarakan dengan guru-guru yang ada MI/MTs dan MA,” kata Habibullah.
Untuk itu, pihaknya akan mengupakan bagi RA untuk mendapatkan bantuan blogren, seperti bantuan rehap sarana dan prasarana. Ditahun ini RA yang mendapatkan blogren itu baru satu RA, maka dari itu pihaknya mengupayakan untuk mendapatkan blogren lebih dari satu. Sebab menurut pantauan di lapangan RA membutuhkan lebih banyak ruangan. “Jika dilihat dari keunggulan kopetitifnya, RA jauh ketinggalan dari Taman Kanak-kanak (TK), mulai dari sarana dan prasarana hingga Sumber Daya Manusia (SDM). Akan tetapi RA harus menonjolkan keunggulan komparatif, terutama dalam menuju Mura Darussalam,” jelasnya.
Ia mengharapkan, dengan menonjolkan keunggulan komparatif, dapat memberikan ekspantasi kepada masyarakat untuk dapat memasukkan anaknya ke RA. “Dan tidak ada perbedaan antara TK dan RA. Yang membedakan TK dengan RA hanya wilayah pembinaannya saja. Saya harap guru RA dapat menjadikan pekerjaan itu sebagai pekerjaan utama. Sebab guru RA sifatnya mengabdi,” terangnya.
Dalam meningkatkan mutu lanjut Habibullah, guru RA akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan Madrasah Ibtidaiyah, seperti pembinaan dan pelatihan, seminar workshop dan sebagainya.(10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar