Jumat, 28 Januari 2011

Estrakurikuler Sebagai Ruang Ekspresi Potensi Seni



f-Sulis/Linggau Pos
Pentas seni : Pentas seni dalam Malam Bulan Purnama Ketiga Komunitas Insan Seni Linggau Mura (Kislira), tidak sedikit siswa di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kota Lubuklinggau tampil acara ini.

LUBUKLINGGAU-Peluang untuk menggali dan mengembangkan potensi seni di sekolah sangat besar. Sebagian besar sekolah memberikan ruang bagi peserta didiknya untuk meningkatkan potensi seni melalui ekstrakurikuler. Festival dan ajang-ajang pentas seni cukup membantu dalam mengasah keberanian dan kemandirian siswa agar percaya diri dalam mengembangkan seni.
Demikian diungkapkan Kepala MAN 2 Lubuklinggau, Muhammad Rais kepada wartawan koran ini, Jumat (28/1).
Kegiatan ekstrakurikuler dijadikan wilayah pengembangan potensi lebih luas, didesain dengan cara lebih bebas dalam waktu dan ruang. Waktu dan ruang bebas berekspresi, melakukan eksplorasi sesuai karakteristik remaja yang suka pada hal-hal baru bisa terwadahi di sini. Jika tersedia sarana memadai, tidak hanya potensi kesenian tersalurkan, namun juga dapat sebagai ruang meredam ekspresi liar yang memungkinkan tumpah di jalanan hingga menjadi masalah sosial.
Muhammad Rais mengemukakan, sebagai pendidik, guru harus bisa menghargai dan berusaha memberikan ruang terhadap potensi peserta didik. Misalkan bagi siswa yang memiliki potensi dalam bidang seni. Seperti halnya di MAN 2 Lubuklinggau, siswa diberikan kesempatan untuk berlatih lebih aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Cara ini sangat efektif, agar siswa semakin giat mengasah potensinya. Jika ini sudah berjalan, percayakan kepada anak yang berpotensi untuk mengikuti berbagai festival.
Pengajaran kesenian di sekolah sebenarnya sangat membantu dalam membangun cita-cita menjadi seniman pada seorang anak. Namun, sampai saat ini di MAN 2 Lubuklinggau sendiri tidak ada satu ruang khusus yang siap pakai untuk kegiatan kesenian seperti menari, melukis, main drama, baca puisi, sampai main musik.
Sekalipun ruang khusus itu cukup sederhana agar siap pakai dan bisa untuk menyimpan alat praktik, hasil karya, dan gunakan secara umum untuk kesenian.
“Jika melihat potensi siswa, sekolah sangat berharap suatu saat bisa membangun satu ruang khusus bagi siswa-siswi yang aktif dalam ekstrakurikuler ini. Meskipun saat ini ruangan tersendiri bagi siswa yang belajar seni belum ada, namun sekolah sangat apresiatif melihat minat besar siswa untuk mengembangkan potensi mereka,” pungkas Imam Hanafi. (03)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar