Senin, 31 Januari 2011

MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

Oleh : Mahuri NPM A2M009125
Mahasiswa Pascasarjana Teknologi Pendidikan
Universitas Bengkulu

KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya baik itu berupa kekuatan lahiria, batinia, maupun ketekunan selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini walaupun masih jauh dari kesempurnaan.

Makalah ini disusun sebagai tugas individu pada mata kuliah Pembelajaran Berbasis Multimedia Semester 2 program pasca Sarjana (S2) Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu tahun Akademik 2010

Pada kesempatan ini juga penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Johanes Sapri, M.Pd dan Dr. Suhirman, M.Pd. sebagai dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran Berbasis multimedia. Dan rekan seperjuangan mahasiswa Pasca Sarjana Teknologi Pendidikan di kelas B yang telah memberikan sumbang saran sehingga terselesainya makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan penambahan ilmu pengetahuan dan dapat digunakan sebagai reverensi bacaan bagi semua mahasiswa pasca sarjana Teknologi Pendidikan Universitas Bengkulu dan para pembaca pada umumnya.


Bengkulu, 10 Oktober 2010
Penulis




PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Tujuan Pendidikan diantaranya mengoptimalkan kemampuan pembelajaran dan membantu mengembangkan kemampuan yang sempurna secara fisik, intlektual, dan emosi. Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk berkembang hampir tidak terbatas. Namun potensi tersebut hanya dimanfaatkan sebagian kecil saja. Ini disebabkan tidak memahaminya metoda dan media yang tepat untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Kehadiran teknologi multimedia diharapkan mampu mengembangkan potensi pembelajaran secara optimal dan menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik. Namun perlu disadari tidak ada satu media yang sempurna dan dapat memenuhi semua keperluan yang diinginkan, sehingga tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan lingkungan menjadi media yang mengoptimalkan kemampuan. Penggunaan teknologi multimedia merupakan alternatif yang tepat saat ini karena multimedia dapat menyentuh seluruh media yang diperlukan pendidikan.

Teknologi multimedia berkaitan dengan berbagai media seperti teks, suara, gambar, animasi dan video dalam satu software (Jacobs, 1992). Lebih jauh Hofstetter dalam Mulyana dan Leong, 2009 memberikan definisi terhadap multimedia adalah pemanfaatan compoter untuk menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) menjadi satu kesatuan deng link dan tool yang tepat sehingga memungkinkan pemakai multimedia dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi.

Kemajuan teknologi modern adalah salah satu faktor yang turut mempengaruhi pembaharuan yang pesat berlaku dalam dunia pendidikan. Teknologi dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan, sehingga proses pembelajaran akan lebih menarik dan bermakna. Yelland, N. Et.all. (1997) mengatakan bahwa teknologi dapat memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk meningkatkan proses belajar.

Jika selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga banyak suara yang dikeluarkan, namun siswa tak banyak yang menangkap dengan sama tentang apa yang dimaksudkan oleh guru sehingga yang terjadi adalah verbalisme, kata sama namun diartikan berbeda pada masing-masing siswa. Kegemaran berangan-angan bahkan pikiran siswa tidak pokus pada apa yang disampaikan guru padahal jasadnya ada didalam kelas, duduk manis, mengantuk atau berdiskusi sendiri dengan temannya. Untuk menghindari verbalisme, kegemaran berangan-angan dan pembelajaran yang kaku dan monoton tersebut maka sudah sepatutnya guru harus dapat mengubah pola pembelajaran tersebut agar lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Berbagai cara dapat dilakukan guru untuk membuat pembelajaran tersebut menarik, bermakna bagi siswa yang ditunjukkan dengan partisipasi aktif siswa serta hasil belajar yang meningkat dimana guru bukan satu-satunya sumber ilmu tetapi penekanannya adalah guru sebagai fasilitator, katalisator dan motivator dalam pembelajaran.

Berdasarkan uraian diatas tentu sangat menarik dan menyenangkan bila guru dapat membuat CD pembelajaran atau memanfaatkan komputer dan menggunakan multimedia dalam pembelajaran di kelas. Seperti apa dan bagaimana analisis instruksional dan prosedur pengembangan program multimedia tersebut. Akan dibahas dalam makalah ini khususnya pada mata pelajaran dasar-dasar Kejuruan kelas X program keahlian teknik kenderaan ringan di SMK negeri 4 Kota Bengkulu

B. Kelebihan Multimedia

Multimedia mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lain. Diantaranya adalah:
1. Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik
2. Multimedia memberikan kebebasan kepada pembelajar dalam menentukan topik proses belajar
3. Multimedia memberikan kemudahan kontrol yang sistematis dalam proses belajar

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana analisis instruksional dari mata pelajaran dan pokok bahasan yang akan dikembangkan dengan program makromedia?
2. Bagaimana prosedur pengembangan makromedia terhadap pokok bahasan yang akan diajarkan dengan multimedia?

D. Tujuan
1. dapat menganalisis instruksional dari mata pelajaran dan pokok bahasan yang akan dikembangkan dengan program makromedia
2. mengetahui prosedur pengembangan makromedia terhadap pokok bahasan yang akan diajarkan dengan multimedia

E. manfaat
1. sebagai bahan acuan bagi para perancang dalam membuat dan mengembangkan materi pembelajaran dengan menggunakan makromedia
2. sebagai bahan masukan bagi para guru maupun pembaca dalam membuat dan merancang CD pembelajaran interaktif

ANALISIS INSTRUKSIONAL

A. Definisi Analisis Instruksional

Analisis instruksional adalah suatu prosedur yang apabila diterapkan pada suatu tujuan instruksional akan menghasilkan identifikasi kemampuan-kemampuan bawahan yang diperlukan bagi siswa untuk mencapai tujuan intruksional (Dick & Carey dalam Zuhairi, 2008)

Sedangkan menurut Esseff, P.J dalam Zuhairi, 2008 Memberi pengertian analisis instruksional merupakan satu alat yang dipakai oleh para penyusun desain instruksional atau guru untuk membantu mereka dalam mengidentifikasi setiap tugas pokok yang harus dikuasai / dilaksanakan oleh siswa dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka

Dari kedua pengertian diatas dapat di garisbawahi bahwa analisis instruksional merupakan proses penjabaran prilaku umum ke prilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Kegiatan tersebut untuk mengidentifikasi prilaku khusus yang dapat menggambarkan prilaku umum secara lebih terperinci. Kedudukan prilaku khusus dilakukan lebih dahulu daripada prilaku lainnya karena sebagai prilaku prasyarat, yaitu prilaku yang menurut urutan garakan fisik berlangsung lebih dahulu, prilaku yang menurut proses psikologi muncul terlebih dahulu atau secara kronologis terjadi lebih awal.

Analisis instruksional dapat menggambarkan susunan prilaku khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Jumlah dan susunan prilaku tersebut akan memberikan keyakinan kepada pengajar bahwa prilaku umum yang tercantum dalam TIU dapat dipakai secara efektif dan efisien. Melalui tahapan prilaku khusus tertentu siswa dapat mencapai prilaku umum. Prilaku khusus yang telah disusun secara sistematis menuju prilaku umum bagaikan jalan yang singkat yang harus dilalui oleh para siswa untuk mencapai tujuan dengan baik.

B. Metode Analisis Instruksional

Metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam melakukan analisis instruksional adalah sebagai berikut:
1. Menuliskan prilaku umum yang terdapat dalam TIU untuk mata pelajaran yang dikembangkan
2. Menulis prilaku khusus yang menjadi bagian dari prilaku umum. Jumlah prilaku khusus setiap prilaku umum berkisar 5-10 buah, bisa bertambah bila diperlukan
3. Menyusun prilaku khusus dari yang paling dekat sampai yang jauh hubungannya dengan prilaku umum dalam daftar
4. Menambah atau mengurangi prilaku tersebut jika diperlukan
5. Menulis prilaku khusus dalam kartu dengan ukuran 3 x 5 cm
6. Menyusun kartu dalam struktur hierarki, prosedural, atau pengelompokan menurut kedudukan masing-masing terhadap kartu lain
7. Tambah atau kurangi prilaku khusus jika dianggap perlu, sampai tidak ada lagi prilaku khusus yang ketinggalan atau kelebihan serta susunannya menurut struktur hierarki, prosedural, pengelompokan atau kombinasi
8. Menggambar letak prilaku tersebut dalam kotak-kotak
9. Meneliti kemungkinan menghubungkan prilaku umum yang satu dan yang lain, atau prilaku khusus yang berada di bawah prilaku umum yang berbeda
10. Memberi nomor urut pada setiap prilaku dari yang terjauh sampai yang terdekat dengan prilaku umum
11. Mengkonsultasikan atau mendiskusikan bagan yang telah dibuat dengan teman sejawat untuk masukan, dengan memperhatikan:
a. Lengkap tidaknya prilaku khusus sebagai penjabaran dari setiap prilaku umum
b. Logis tidaknya urutan dari prilaku khusus menuju prilaku umum
c. Struktur hubungan prilaku khusus tersebut (hierarki, prosedural, pengelompokan atau kombinasi)




















DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

Sedangkan menurut Esseff, P.J dalam Zuhairi, 2008 Memberi pengertian analisis instruksional merupakan satu alat yang dipakai oleh para penyusun desain instruksional atau guru untuk membantu mereka dalam mengidentifikasi setiap tugas pokok yang harus dikuasai / dilaksanakan oleh siswa dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas mereka

Dalam melakukan analisis instruksional terhadap suatu pokok bahasan yang akan didesain pembelajaranya menggunakan multimedia, maka langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut:

1. menyusun struktur prilaku yang mencakup Minimal 1 standar kompetensi
2. membuat stuktur prilaku dari materi yang akan diajarkan menggunakan program multimedia
3. menyusun silabus
4. membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar