Kamis, 13 Januari 2011

Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Raih Pre Silver Winner

Dalam Even National English Olympic 2010

LUBUKLINGGAU-Penghujung 2010, salah seorang santri Pondok Pesantren Moderen Al-Ikhlas kembali mengukir prestasi. Dia adalah Sarah Lail Zahra, siswi kelas XI IPA SMA Al-Ikhlas Lubuklinggau ini berhasil menyabet Pre Silver Winner dalam National English Olympic 2010 di Malang, Jawa Tengah.
Sebelumnya, siswi yang akrab disapa Sarah tersebut sudah sering mengikuti kompetisi dalam speech contest. Potensi yang dimilikinya ini, akhirnya mengantarkan putri Adi Prasetya dan Sulikowati ini untuk andil dalam kompetisi National English Olympic 2010.
“Awalnya sempat grogi, sebab saingannya sangat banyak. Ratusan peserta dari Jawa sempat membuat saya khawatir. Tapi, Alhamdulillah berkat usaha, doa, dan motivasi dari guru-guru di SMA Al-Ikhlas saya bisa berhasil meraih Pre Silver Winner,” jelas siswi kelahiran 17 April 1994 tersebut, ketika berbincang dengan  wartawan koran ini, Kamis (13/1).
Hasanudin, Wakil Kepala SMA Al-Ikhlas menambahkan, sejauh ini sekolah selalu memantau perkembangan siswanya. Demikian juga dengan Sarah Lail Zahra. Sejak awal masuk sekolah berusaha memberikan perhatian khusus sesuai dengan potensi siswa masing-masing. Sekolah berharap potensi ini bisa terus dikembangkan oleh setiap siswa.
“Alhamdulillah, Desember 2010 siswi kami Sarah Lail Zahra berhasil mengukir prestasi dalam pelajaran Bahasa Inggris. Sebenarnya sekolah mengirimkan 203 peserta dalam kompetisi ini, yang didominasi siswa kelas XII SMA Al-Ikhlas Lubuklinggau,” jelas Hasanudin.
SMA Al-Ikhlas sengaja mengirim banyak peserta dari kelas XII lantaran para guru menginginkan siswa-siswi SMA Al-Ikhlas ini bisa sembari mengikuti try out. Sebab, soal yang dikompetisikan dalam National English Olympic 2010 hampir mirip dengan soal Ujian Nasional (UN). Oleh sebab itu pula, SMA Al-Ikhlas berharap dengan mengikuti ajang ini, siswa bisa semakin terlatih untuk mengerjakan soal-soal Bahasa Inggris.  Selain siswa kelas XII, SMA Al Ikhlas juga mengirimkan sebagian siswa kelas XI.
“Kami mengirimkan siswa kelas XI agar mereka lebih mengenal teknik dalam kompetisi ini. Karena kompetisi serupa rutin diselenggarakan setiap tahun. Ketika siwa-siswi sudah mengenal kisi-kisi soal yang seringkali dikeluarkan dalam pertandingan, maka mereka sudah bisa menentukan strategi untuk bisa menyelesaikan soal-soal ini dalam kompetisi berikutnya,” jelas Hasanudin.
Rencananya, 2011 ini SMA Al-Ikhlas akan terus mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Inggris dalam keseharian santri di pondok, atau disebut juga dengan English Day. Demikian juga dengan bahasa Arab. (03)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar