Jumat, 21 Januari 2011

Peserta LKS Mendapat Materi Kiat Belajar Efektif


F-Istimewa
MATERI :
Kepala Cabang Primagama Lubuklinggau, Mustaredi, saat memberikan materi Kiat Belajar Efektif kepada peserta LKS angkatan VIII se-Kota Lubuklinggau, Jumat (21/1).

LUBUKLINGGAU-
Pimpinan Cabang Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama Lubuklinggau, Mustaredi, Jumat (21/1) diundang Panitia Pelaksana Latihan Kepemimpinan Siswa(LKS) Angkatan VIII Se-Kota Lubuklinggau. Pimpinan Bimbel terbesar di Kota Lubuklinggau ini ditugaskan untuk memberi materi, bagi peserta LKS. Adapun materi yang disajikan tentang Kiat Belajar Efektif.
Menurut Mustaredi, paling tidak ada tiga hal yang harus diketahui oleh sesorang supaya belajar bisa efektif. Siswa harus tahu dulu bakat bawaan sejak lahir, misalnya siswa itu menonjol dibidang apa? Kelebihan dan kekurangannya apa?.
Lalu siswa harus tahu dulu tipe atau modalitas belajarnya apa? Apakah tipe Auditory, visual atau tactile. Mengetahui modalitas belajar siswa ini sangat penting, karena dengan tahu tipe belajar maka belajarnya akan jauh lebih efektif dan efisien dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Selanjutnya, siswa harus tahu dulu dominasi distribusi kecerdasan yang ia miliki sejak lahir, apakah kecerdasan logic-matematik, bahasa, interpersonal, intrapersonal,kinestetik jasmani, visual ruang, musical, atau naturalis.
Lebih lanjut Mustaredi, menjelaskan dengan mengetahui ketiga hal tadi, maka belajar seseorang pasti akan efektif karena sudah disesuaikan dengan karakter bawaan. “Setelah ketiga hal ini diketahu, maka baru perlu dukungan lain, misalnya fasiliitas, suasana belajar yang menyenangkan dan lain-lain,” terangnya di hadapan 120 peserta latihan kepempinan yang hadir.
Acara yang berlangsung di Gedung Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I tersebut.
Suasana pelatihan menjadi lebih menarik, ketika salah seorang peserta menanyakan apakah ada alat yang mampu mendeteksi pribadi anak untuk mampu mengetahui tiga hal yang harus supaya belajar bisa efektif. ”Sekarang sudah ada teknologi canggih yang mampu mengungkap bakat dan kecerdasan seseorang dengan menggunakan Metode Analisa Sidik Jari (Fingerprint Test). Untuk di Indonesia Primagama satu-satunya bimbel yang punya alat ini bekerjasama dengan COMCARE International PTE LTD Singapore. Jadi kalau ada siswa atau orang tua siswa yang mau mendeteksi Bakat dan Kecerdasan Bawaan Sejak Lahir, bisa datang ke Kantor Primagama Lubuklinggau,” jelas Mustaredi.
Pada acara yang sama juga diberikan materi Matematika Gasing oleh Yonuardin. Dalam paparannya, pria yang akrab dipanggil Mas Yon ini menjelaskan bahwa Matematika Gasing itu artinya Matematika Gak Pusing, maksudnya dalam belajar matematika ada metode yang sangat cepat dan menyenangkan, sehingga siswa yang pakai kalkulator pun bisa kalah cepat dengan metode ini.
Metode gasing dikembangkan oleh Prof Yohannes Surya PhD, pakar fisika dan matematika sekaligus pengasuh olimpiade fisika Indonesia.
Metode Gasing merupakan salah satu metode pembelajaran matematika dan fisika yang juga tengah digeluti oleh Yonuardin. Pria yang juga aktif sebagai Instruktur Smart Primagama Lubuklinggau ini khusus meyampaikan materi mengenai pelajaran Matematika dan Fisika. (03)
Untuk terus menggali dan meningkatkan kualitas, Primagama sengaja menjalin kerjasama dengan Surya Institute pimpinan Yohannes Surya. Yang tujuannya untuk bisa lebih intensif dalam memberikan pelatihan langsung kepada pengajar Matematika dan Fisika Primagama.(03)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar