Rabu, 19 Januari 2011

MERANCANG PSB



MERANCANG KELEMBAGAAN “PUSAT SUMBER BELAJAR” TYPE A

DI SMK NEGERI 4 KOTA BENGKULU

Abstrak

Pendidikan sangat berperan dalam pembentukan pribadi manusia. Untuk itulah pemerintah sangat memberi perhatian dalam menangani pendidikan, karena dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan akan muncul generasi penerus yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Salah satu program pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini adalah peningkatan mutu pendidikan. Suatu pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses pembelajaran berlangsung menarik dan menantang. Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan yang dikelola dengan sengaja agar tercapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

SMK Negeri 4 Kota Bengkulu sebagai salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bengkulu, melakukan berbagai program kegiatan dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran di sekolah, di antaranya adalah merintis pengembangan pusat sumber belajar di sekolah.

Mahuri. Merancang PSB 1

Pada prinsipnya Pusat Sumber Belajar (PSB) di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu merupakan media informasi dan komunikasi serta wahana belajar yang dapat melayani kebutuhan sekolah dan sekolah mitra, khususnya berkaitan dengan pembelajaran. Konten PSB dikembangkan, diisi, digunakan, dievaluasi dan disempurnakan oleh para pendidik. Dengan kata lain PSB ini juga sebagai unjuk kinerja pendidik di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu. Pengembangan rintisan PSB telah dimulai satu tahun yang lalu, dituangkan dalam beberapa naskah dokumen. Sangat disadari, naskah konsep ini masih jauh dari sempurna.

A. Latar Belakang

Pendidikan yang bermutu merupakan tuntutan masyarakat Indonesia sebagai wahana untuk menghasilkan sumber daya manusia bermutu yang mampu bersaing secara global. Upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu memerlukan strategi, langkah-langkah kongkret dan operasional yang dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu langkah kongkret peningkatan mutu pendidikan adalah pemberdayaan satuan pendidikan agar mampu berperan sebagai subyek penyelenggara pendidikan, yang diberi kewenangan dan peran luas untuk merancang serta melaksanakan pendidikan sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing, dengan tetap mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Contoh gambaran dari program peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan warga sekolah, khususnya peserta didik untuk mengungkap proses informatisasi dan kemajuan teknologi. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi telah memberi pengaruh terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Hal ini semakin membuktikan bahwa salah satu tuntutan global dunia pendidikan adalah penguasaan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Mahuri. Merancang PSB 2

Data yang dikeluarkan http://www.internetworldstats.com/ tercatat sebanyak 1,7 miliar pengguna internet di dunia. Pengguna internet di Asia sekitar 738 juta. Tahun 2000 pengguna internet di Indonesia sebanyak dua juta orang, tahun 2009 meningkat sebesar 1.150% menjadi 30 juta orang. Dari data ini belum diketahui persentase pengguna internet di Indonesia yang pelaku dan peruntukkannya bagi dunia pendidikan. Serta berapa persen pendidik yang aktif berinteraksi dan memanfaatkan internet dalam persiapan dan pelaksanaan proses pembelajaran. Pemanfaatan dan kegunaan TIK yang sudah begitu tinggi di luar lingkungan satuan pendidikan sepenuhnya belum dapat dipenuhi kurikulum SMA. Untuk itu, bukan hanya pengampu mata pelajaran TIK yang perlu memberi bekal kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai TIK. Namun, juga pengampu mata pelajaran lain tak lepas dalam memberikan tugas-tugas yang berbasis TIK kepada peserta didik.

Sekalipun kesenjangan antara pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan dengan di luar satuan pendidikan apalagi dunia kerja masih jauh, bukan berarti akan semakin menjauhkan kompetensi lulusan SMK dengan dunia luar. Salah satu solusi adalah diperlukan rancangan pembelajaran berbagai mata pelajaran yang berbasis TIK.

Sampai saat ini masih terdapat beberapa kendala agar keinginan tersebut terwujud. Salah satunya kemampuan pendidik dalam memanfaatkan sarana dan prasarana TIK. Akibatnya, kesediaan bahan ajar berbasis TIK yang begitu penting perannya dalam mempermudah menjelaskan konsep-konsep yang abstrak, rumit, dan memerlukan alokasi waktu yang banyak jumlahnya masih terbatas. Padahal, apabila keberadaan internet yang dimiliki sekolah digunakan secara optimal, kendala di atas dapat dikurangi. Setidaknya dalam perencanaan pembelajaran, pendidik mampu mengembangkan bahan ajar dan bahan uji berbasis TIK sedini mungkin. Cukup banyak bahan ajar yang dikembangkan oleh pendidik di satuan pendidikan masing-masing saat ini belum terorganisasi dengan baik, oleh karena itu perlu adanya inventarisasi dan perlu dibuatkan wadah dalam bentuk website sehingga bahan ajar yang telah dihasilkan tersebut dapat pula digunakan oleh pendidik yang lain di satuan pendidikan yang lain.

Saat ini, bahan ajar yang dihasilkan oleh pendidik kebanyakan masih sesuai dengan selera pendidik, banyak animasi-animasi ataupun gambar-gambar yang tidak sesuai dengan konsep yang harus diberikan, bahkan justru mengganggu konsentrasi peserta didik. Oleh karena itu perlu diadakan standarisasi bahan ajar berbasis TIK meliputi desain maupun komponen yang harus ada dalam pembuatan bahan ajar berbasis TIK.

Mahuri. Merancang PSB 3

Untuk mengatasi kekurangan dan kesulitan memperoleh sumber belajar berbasis TIK yang terorganisasi dan terstandarisasi, maka di setiap satuan pendidikan perlu adanya Pusat Sumber Belajar. Pusat sumber belajar yang dibentuk dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk media informasi dan komunikasi tentang kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran, Kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai pendidikan maupun wahana diskusi antar pendidik untuk memecahkan berbagai masalah dalam proses pembelajaran.

Pusat sumber belajar merupakan wahana belajar bagi pendidik maupun peserta didik, bahan ajar yang disediakan di pusat sumber belajar sebagai sarana latihan untuk menguji kompetensi yang telah diperoleh dalam pembelajaran oleh peserta didik. Dengan pusat sumber belajar pendidik dapat memperoleh informasi berbagai inovasi dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh pendidik lain di satuan pendidikan yang lain, berbagai artikel pendidikan yang ditulis oleh teman sejawat maupun berita-berita tentang kemajuan pendidikan di satuan pendidikan yang lain. Pendidik dapat saling berbagi pengalaman pembelajaran yang telah maupun yang sedang dilaksanakan untuk dapat dijadikan referensi, tambahan wawasan bahkan acuan bagi pendidik lain.

B. Tujuan PSB

Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran melalui pemanfaatan berbagai sumber belajar secara maksimal dan melembaga

C. Sasaran PSB Di SMK Negeri 4 Kota Bnegkulu

  1. Siswa, , dan warga belajar;
  2. Guru, instruktur, widyaiswara, pamong belajar;
  3. Karyawan; dan Masyarakat Umum

D. Manfaat PSB Di SMK Negeri 4 Kota Bnegkulu

1. Memperluas dan meningkatkan kesempatan belajar;

  1. Melayani kebutuhan perkembangan informasi bagi masyarakat belajar;
  2. Mahuri. Merancang PSB 4

    Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran,baik secara individu maupun kelompok;
  3. Memberikan pelayanan dalam perencanaan, produksi, operasional, dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem pembelajaran;
  4. Mendorong cara-cara belajar baru yang paling cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran;
  5. Memajukan usaha penelitian yang perlu tentang penggunaan media pembelajaran;
  6. Melaksanakan latihan bagi para tenaga mengenai pengembangan sistem pembelajaran dan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran;
  7. Menyediakan pelayanan produksi bahan pengajaran;
  8. Memberikan konsultasi untuk modifikasi dan desain fasilitas sumber belajar;
  9. Menyediakan pelayanan pemeliharaan atas berbagai macam peralatan;

E. Fungsi-fungsi PSB di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu

Fungsi-fungsi PSB yang telah ada dan dikembangkan di SMK Negeri 4 Kota Bengkulu walaupun belum terkonsentrasi oleh sebuah lembaga PSB, yaitu :

a. Fungsi Pengembangan Sistem Instruksional

Mahuri. Merancang PSB 5

Dalam membantu tenaga pengajar secara individual dalam membuat rancangan dan pemilihan yang akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar dilaksanakan oleh sebuah team kecil yang terdiri dari pengembangan kurikulum dan dikoordinasi unsur pimpinan, melalui diskusi-diskusi internal, dan konsultasi serta memanfaatkan pelatihan, diklat dan workshop yang diadakan oleh institusi eksternal dengan cara mengirimkan utusan yang akan menyerap materi serta mensosialisasikan kembali pada tinggkat internal. Sampai saat ini pengembangan sistem instruksional ini terbatas pada pengembangan materi pembelajaran, pemilihan media pembelajaran, alih propesi dan peningkatan ketrampilan khususnya untuk guru praktek/ kejuruan.

b. Fungsi Pelayanan Media

Sehubungan dengan pelaksanaan memprogram media dan pelayanan dukungan yang dibutuhkan oleh guru dan siswa dilaksanakan oleh unit-unit teknis seperti : Perpustakaan, Lab. Komputer dan bengkel setiap jurusan.

Perpustakaan melayani kebutuhan sivitas akademika dalam hal membaca referensi ditempat dengan penyediaan carel-carel dan pelayanan peminjaman buku teks cetak, jurnal dan kumpulan laporan prakrin siswa.

Lab. Komputer melayani pembelajaran mandiri maupun kelompok siswa dan guru dalam rangka pembelajaran mata pelajaran komputer, akses internet

Bengkel jurusan melayani pembelajaran secara kelompok siswa. Praktek adalah pembelajaran ketrampilan kejuruan dan desain dalam menggunakan peralatan serta perbaikan sehingga diharapkan siswa memiliki ketrampilan dan keahlian dalam kopetensi sesuai program keahliannya.

c. Fungsi Produksi

Sehubungan dengan penyediaan materi-materi atau bahan-bahan instruksional yang dikemas dalam suatu kemasan program, sampai saat ini belum dilakukan, tetapi bahan-bahan instruksional diproduksi dan di tayangkan melalui website lembaga yang dikelola dan diupdate dengan url : http://www.mahurianasla@yahoo.com

Disamping website dibuat juga mading untuk mendistribusikan barbagai informasi dan bahan-bahan baik berbentuk artikel maupun pengumuman secara fisik dalam bentuk lembaran ditempel di papan tersebut.

Dalam mendukung pengembangan web ini kini ditunjang dengan keberadaan Hot spot Kampus. Fasilitas ini juga dapat di pergunakan oleh siswa untuk menggali informasi dari internet untuk pembelajaran secara mandiri berbasis aneka sumber.

Mahuri. Merancang PSB 6

d. Fungsi Administrasi

Sebagai suatu unit layanan yang masih terpisah-pisah tentunya fungsi administrasi yang ada juga dipisah-pisah antar unit perpustakaan, Lab. Komputer, Maupun Bengkel setiap progam Keahlian. Fungsi ini meliputi mengawasi media personel, mengembangkan koleksi media untuk program pembelajaran, mengembangakan fasilitas baru, mengembangakan sistem penyampaian, memelihara kelangsungan pelayanan, serta pemeliharaan bahan, alat dan fasilitas.

Perpustakaan menerapkan administrasi untuk klasifikasi koleksinya menggunakan Dewey Decimal Clasification. Aspek pelayanan menemukan kembali koleksi telah masih menggunakan sistem manual disamping juga tersedia katalog manual. Untuk Administrasi pelayanan peminjaman masih menggunakan pencatan manual dengan menggunakan buku register.

Mah



Mahuri. Merancang PSB 8










A. Ketenagaan PSB Tipe A

a. seorang penanggungjawab PSB (kepala sekolah);

b. seorang koordinator PSB;

c. seorang tenaga administrasi;

d. seorang ketua unit pelayanan dan pemeliharaan dibantu pengelola perpustakaan, laboratorium, dan bengkel kerja sesuai kebutuhan sekolah ;

e. seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media;

f seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media; dan

g. seorang Ketua Unit Pengembangan Media dibantu oleh beberapa tenaga yang memiliki keahlian di bidang media cetak, audiovisual, audio, grafis, dan multimedia.

Mahuri. Merancang PSB 9

C. Sarana dan Prasarana PSB Berbasis Sekolah Tipe A

a. Ruangan:

1) Katalog/resepsionis;

2) Pimpinan/koordinator;

3) Sekretariat;

4) Informasi;

5) Pengembangan Pembelajaran (Instruksional);

6) Pengembangan Media;

7) Evaluasi Produk Media;

8) Peminjaman dan Penyimpanan;

9) Laboratorium;

10) Laboratorium multimedia dan internet;

11) Bengkel/Praktek (untuk SMK);

12) Pelatihan;

13) Perpustakaan;

14) Presentasi Media Audiovisual.

Mahuri. Merancang PSB 10


b. Peralatan Pendukung:

1) Rak-rak buku;

2) Lemari katalog;

3) Meja dan kursi baca;

4) Meja peminjaman;

5) Meja pelayanan pengguna (front office);

6) Meubeler berupa sofa; dan

7) Meja dan kursi untuk petugas.

c. Peralatan Media:

1) Peralatan Penyaji (hardware):

a) TV Monitor;

b) VCD/DVD Player;

c) Radio Tape Recorder;

d) OHP;

e) LCD;

f) Komputer; dan

g) Proyektor Slide.

d. Peralatan Laboratorium untuk, Fisika, Kimia

e. Peralatan Bengkel (untuk SMK):

1) Bengkel mesin;

Mahuri. Merancang PSB 11

2) Bengkel otomotif.

3) Bengkel Nautika Kapal Penangkap Ikan

4) Bengkel Teknika Kapal Penangkap Ikan

2. Bahan Ajar (Software)

a. Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitian, dll).

b. Media non-cetak (audio, video, CD pembelajaran, CAI).

c. Media realia model/tiruan, specimen.

D. Langkah-Langkah Pengembangan Pusat Sumber Belajar

Pada hakekatnya pengembangan sumber belajar bertujuan untuk membantu belajar siswa. Agar sumber belajar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna, maka sumber belajar perlu dikelola dalam suatu pusat yang biasa disebut Pusat Sumber Belajar atau disingkat PSB.

Beberapa langkah mengembangkan pusat sumber belajar menurut Abdul Gafur antara lain:

1. menentukan struktur organisasi PSB

2. menentukan fungsi dan tugas PSB

3. menentukan kualifikasi personalia yang diperlukan untuk mengelola PSB

4. menentukan cara pembentukan kelompok belajar yang akan memanfaatkan PSB

Menurut Morris (1992) pengembangan pusat sumber belajar didasarkan atas tiga pokok pikiran, yaitu:

1. Pusat Sumber Belajar merupakan penunjang utama kegiatan pembelajaran

2. Maksud utama Pusat Sumber Belajar adalah untuk memberikan pelayanan kepada tenaga pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan orangtua siswa dalam memilih, mengevaluasi, meneliti, mengembangkan, dan memanfaatkan media, termasuk media dan teknologi komunikasi mutakhir.

3.

Mahuri. Merancang PSB 12

Program Pusat Sumber Belajar meningkatkan efektifitas pembelajaran melalui usaha perencanaan yang sistematias.

Dari dasar pemikiran Morris tersebut setidaknya ada beberapa komponen utama yang perlu dikembangkan dalam Pusat Sumber Belajar, yaitu pengorganisasian dan pengadministrasian Pusat Sumber Belajar yang mencakup beberapa bidang, antara lain:

1. pendanaan,

2. ketenagaan

3. fasilitas,

4. penyusunan program,

5. pengelolaan koleksi,

6. teknologi

7. penyebarluasan/pemanfaatan

8. evaluasi

Agar lebih berdayaguna, sebuah pusat sumber belajar harus diikuti dengan langkah-langkah pengembangan. Dengan adanya pengembangan-pengembangan itulah sebuah PSB akan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi. Dalam rangka pengembangan PSB, Mayer merekomendasikan empat hal yang harus dipertimbangkan, antara lain:

1. Berorientasi kepada peserta didik (siswa)

2. Desentralisasi

3. Bahan-bahan belajar diprodukso dan dipelihara secara lokal

4. Program media dikembangkan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Pengembangan PSB yang dilaksanakan dengan beberapa hal di atas setidaknya akan memberikan berbagai manfaat. Dalam lingkup satuan pendidikan, menurut Bambang Warsita, pengembangan PSB memberikan manfaat sebagai berikut:

1. memperluas dan meningkatkan kesempatan belajar

2. melayani kebutuhan perkembangan informasi bagi masyarakat

3. mengembangkan kreativitas dan produktivitas tenaga pendidik dan kependidikan

Mahuri. Merancang PSB 13

meningkatkan efektivitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar