Selasa, 17 Agustus 2010

Berkat Alat Peraga Kesalahan Bisa Ditutupi

Siswi SMAN 2 Lubuklinggau Juara II Lomba Tutur Cerita

Kembali siswi SMA Negeri 2 Lubuklinggau menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), setelah Herlya Ulandari (17), berhasil meraih juara II lomba tutur cerita rakyat. Mau tahu ceritanya, berikut laporannya.
Leo Mura, Lubuklinggau


NONA kelahiran Lubuklinggau 4 Maret 1993 ini ternyata memiliki jiwa seni yang luar biasa. Setelah mampu mengalahkan beberapa rekannya di tingkat Kota Lubuklinggau, hingga ia dinobatkan menjadi juara I lomba tutur cerita rakyat tingkat Kota Lubuklinggau. Kini pretasi itu kembali terukir di tingkat Provinsi Sumsel dengan mengalahkan 15 kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya ini.
“Meski saya sempat down sebelumnya, namun saya tetap tegar dan berusaha untuk terus maju. Bahkan, saya sempat improvisasi selama 5 menit, kendati suara saya kala itu hilang akibat sering menangis, terlebih ketika down, sebenarnya masa senggang untuk improvisasi suara ada waktu 7 menit, namun saya hanya diberi 5 menit,” kata cewek yang berperawakan kecil kepada wartawan koran ini, Selasa (17/8).
Perlombaan itu, lanjutnya dilaksanakan lima hari di Kota Palembang, dimulai Selasa (27/7) hingga (31/7). Dan pada lomba tersebut ada orang empat yang mewakili Kota Lubuklinggau. Dua dari SMA Negeri 2 Lubuklinggau, dan dua dari SMA Negeri I dan SMA Negeri 4 Lubuklinggau. “Dalam perlombaan tersebut yang dinilai adalah suara, busana dan mimik, pada saat memperagakan tutur cerita yang kita bawa. Dalam perlombaan tutur cerita rakyat kali ini saya sengaja mengambil judul “Burung pungguk merindukan bulan” yang diciptakan oleh Rani R Sansi,” ungkap buah hati dari pasangan Asnawi dan Ny Asri.
Judul itu diambil lanjut Lya, sapaan akrab Herlya, cukup menarik untuk diikut sertakan pada lomba tutur cerita rakyat di tingkat Provinsi Sumsel. Kendati latar berlakang dari judul yang diambil merupakan salah pahaman antara kakak beradik, yang mengakibatkan kakaknya pergi dan terbang ke bulan hingga adiknya menjadi burung. “Dan akhirnya adiknya selalu merindukan kakaknya pergi ke bulan dengan suara yang mengerikan,” ungkap Lya.
Lalu, dengan judul yang cukup manarik dan alat peraga yang lengkap, akhirnya ia mampu mengukir prestasi pada lomba tutur cerita rakyat ditingkat Provinsi Sumsel. “Dalam perlombaan tersebut, saya sengaja menggunakan property yang sesuai dengan judul yang saya ambil, seperti ubi, bakul, serta tampi beras. Dengan banyaknya property yang saya miliki, saya bisa menutupi setiap kesalahan. Dan tim juri pun tidak mencurigai akan kesalahan yang saya lakukan saat itu,” lanjut Lya.
Lantas bagaimana dengan persiapannya sebelum mengikuti perlombaan tersebut. Menurut Siswi SMA Neri 2 Lubuklinggau yang miliki motto “Jalani hidup seperti air yang mengalir” mengaku hanya ada waktu empat hari untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan. “Dalam persiapan itu saya dibimbing langsung oleh pembimbing yang memang berkompeten dibidangnya, yakni Jamaluddin. Alhamdulillah beliau yang selalu memotivasi disaat saya down,” imbuh cewek yang tinggal di perumahan Nikan Jaya.
Lya mengucapkan terimakasih kepada pembimbing, saat dia duduk di bangku SMP yakni Rani R Sansi, dan pembimbing di SMA, yakni Jamalludin. Kemudian Kepala Sekolah (Kasek), Sutoro Waka kesiswaan, Paryadi serta guru dan staf di SMA Negeri 2 Lubuklinggau. “Dan kemengan ini saya persembahkan kepada kedua orang tua, dan sahabat yang selalu mensupport setiap kegiatan saya, sehingga bisameraih keberhasilan ini,” ucap Lya.
(*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar