Selasa, 17 Agustus 2010

PPM Lahir untuk Mengisi Kemerdekaan

LUBUKLINGGAU- Komandan Batalyon 14 Resimen Yudha Putra Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Lubuklinggau Hamdan Kamal, menegaskan kemerdekaan RI berawal dari gerakan kebangsaan dan tumbuhnya nasionalistik/patriotic di zaman Jepang. Maka dari itu lahirlah bangsa Indonesia dengan mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan RI.
Menurut Hamdan, berdasarkan fakta perjalanan sejarah bangsa Indonesia, yang dimulai dengan kobaran semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.
“Sejak itu lahirlah kebangkitan nasional 1908 dan sumpah pemuda 1928, serta pembentukan ide Indonesia merdeka,” kata Hamdan Kamal, kepada wartawan koran ini, Senin (16/8).
Dengan perjuangan dan perlawanan bersenjata mempertahankan kemerdekaan RI, lanjut Hamdan, didirikanlah LVRI yang dilandasi UU veteran pejuang kemerdekaan RI Juncto Keppres No. 103 tahun 1957 yang berlanjut dengan perjuangan pembelaan kemerdekaan dalam trikora, dwikora dan tim-tim yang memunculkan veteran pembela kemerdekaan RI serta UU tentang Veteran RI, No. 7 tahun 1967 yang mencakup veteran pejuang dan pembela kemerdekaan RI bersama-sama dengan segenap komponen bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. “Maka lahir Pemuda Panca Marga (PPM),” ujarnya.
Di era reformasi menuju Indonesia Baru, dalam dinamika berbangsa dan bernegara dengan konsep kehidupan demokrasi dan Hak Azazi Manusia (HAM) memberi kesan yang kuat, yang berorientasi kepada dunia barat dengan peranan aktif dari kalangan cendikiawan baik dalam maupun luar negeri. “Dari fenomena perkembangan bangsa dan negara kita sekarang. Saya menghimbau tokoh-tokoh generasi penerus bangsa khususnya (PPM) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kota Lubuklinggau, untuk merenungi kembali buah pikiran mantan Presiden Amerika Serikat JF Kennedy yang menyatakan “jangan bertanya apa yang dapat diberikan negara kepada anda, akan tetapi bertanyalah apa yang dapat anda berikan kepada Negara,” bebernya.
Dengan demikian bila diteliti lagi gagasan Kennedy lanjut Hamdan, maka akan sependapat bahwa sebenarnya gagasan itu telah dirancangkan jauh sebelumnya. “Para veteran pejuang kemerdekaan RI (menjadi TNI) berjuang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda tanpa pamrih bersama rakyat Indonesia,” jelasnya.
Seiring dengan hal tersebut, tambah Hamdan, panglima besar Sudirman memberikan pengarahan kepada pemuda kala itu. “Percaya pada kekuatan sendiri, teruskan perjuanganmu, korban sudah cukup banyak, pertahankan rumah dan pekarangan kita sekalian, tentara kita jangan sekali-kali mengenali sifat menyerah kepada siapapun juga yang akan menjajah kita kembali serta pegang teguh disiplin tentara lahir bathin,” bebernya. (10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar