Minggu, 23 Mei 2010

Ratusan Guru Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Sekolah

 LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 258 kepala sekolah dan guru mengikuti seminar peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Hakmaz Taba Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Sabtu (22/5).  
Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru republic Indonesia (STKIP-PGRI) Lubuklinggau, Lukman Nawi mengatakan, kegitan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), oleh Unit Pelayanan Teknis Pengabdian Pada Masyarakat (UPT-PPM) STKIP-PGRI Lubuklinggau, bekerjasama dengan Megister Manajemen Pendidikan Universitas Bengkulu (MMP-UNIB). “Peserta seminar ini direkrut dari kepala sekolah dan guru di lingkungan pendidikan Kota Lubuklinggau, dengan tema” Membangun System Penjamin Mutu Sekolah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seminar ini merupakan salah satu cara untuk membangkit animo kepala sekolah dan guru untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau. Sebab, dalam membangun mutu pendidikan itu tidak gampang, dengan demikian melalui seminar ini dapat membuka wawasan guru. Sehingga mereka tahu cara membangun mutu pendidikan itu bagaimana?. “Sebab mutu pendidikan di lingkungan kita ini masih rendah, hal itu terlihat dari semua standar pendidikan kita. Mulai dari standar sara prasarana, kelulusan siswa, pendidikan guru dan sebagainya,” jelas Lukman Nawi.
Untuk itu di 2012 lanjut Lukman Nawi, tidak ada lagi guru yang nota bene pendidikannya di bawah SI, seperti DII dan DIII. Bila perlu guru yang berpendidikan SI itu ditingkatkan lagi, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Dalam peningkatan kualitas tersebut yang harus dialkukan pertama kali adalah skill, dan pendidikan latihan (profesi). “Maka dari itu untuk pengawas serta kepala sekolah itu diharuskan S2. Sebab, indicator yang utama dalam menjamin mutu pendidikan di lingkungan pendidikan. Kemudian untuk tenaga pendidik diharuskan SI,” tegasnya.
Ia mengharapkan, dari seminar ini nantinya dapat membuka wawasan peserta yang mengikuti seminar dalam membangun system penjamin mutu sekolah. Dengan harapan tidak ada lagi sekolah dibawah standar nantinya.(10)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar