Rabu, 07 April 2010

13 Kecamatan Belum Miliki TBM


Abu Sofyan

MUSI RAWAS-Untuk mewujudkan Musi Rawas cerdas, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) melalui Kepala Unit Pelayanan Terpadu (KUPT) Disdik bentuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kecamatan. Namun, sejauh ini baru ada delapan kecamatan yang memiliki TBM dari 21 kecamatan se-Kabupaten Mura. 

Kepala Disdik Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Abu Sofyan didampingi Kasi Kursus dan Kelembagaan, Sudianto mengatakan, delapan kecamatan tersebut meliputi STL Ulu Terawas, Nibung, Muara Kelingi, Muara Rupit, Tugumulyo, Megang Sakti, Sukakarya dan Purwodadi.
Untuk masing-masing TBM itu ada kepengurusan sendiri yang sifatnya sosial. Pada umumnya TBM yang ada di kecamatan tersebut belum memiliki tempat sendiri sehingga TBM ditempatkan di masjid dan balai. Sebab, untuk saat ini sarana dan prasara masih kurang mendukung.
“Dengan demikian dapat membangkitkan animo masyarakat, sebab selama ini masyarakat kurang minat dalam membaca. Sedangkan pemerintah kabupaten berupaya untuk membangun Musi Rawas cerdas,” imbuhnya.  
Untuk itu, dalam pengisian TBM disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan. Sehingga dari buku-buku tersebut dapat mengkontribusikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat dalam hal pengembangan. “Seperti buku-buku kecakapan yang membahas bagaimana memelihara ayam yang baik, hal itu sangat membantu bagi petani untuk beternak,” ungkapnya.
Dengan adanya TBM ini, lanjutnya, agar dapat membudayakan budaya baca di lingkungan masyarakat Kabupaten Mura. Namun, dalam pengembangan TBM kepala desa (Kades) kebanyakan kurang respon. Sebab kegiatan tersebut sifatnya sosial dan itu menyita banyak waktu.  
Sementara kesadaran masyarakat akan kebutuhan pendidikan mulai nampak perubahannya, hal itu terbukti dengan padatnya mahasiswa yang ada di Universitas Musi Rawas (Unmura) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) di Lubuklinggau. “Pendidikan bukan suatu kewajiban akan tetapi pendidikan itu merupakan kebutuhan,” jelasnya. (16)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar