Minggu, 11 April 2010

PMII Komsat STAIS-BS Gelar Mapaba


Foto : Hetty/Linggau Pos
FOTO BERSAMA:
Pengurus PMII Komisariat STAIS-BS foto bersama usai acara pembukaan Mapaba di Aula STAI Al-Azhaar Lubuklinggau, Sabtu (10/4).

LUBUKLINGGAU-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAIS-BS) Lubuklinggau, mengadakan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Sesuai dengan tema, kegiatan yang berlangsung selama dua hari Sabtu (11/4) hingga Minggu (12/4) ini bertujuan untuk membentuk kader yang intelektual, kritis, kreatif, dan berakhlakul karimah. 

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Lubuklinggau, Ahmad Reza Fikri mengatakan, sebagai penerus kepemimpinan bangsa mahasiswa harus mampu beradaptasi dalam mengatasi segala kendala yang timbul di dalam masyarakat.
“Untuk mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia itu, PMII berpendapat perlu diciptakannya suatu situasi nasional yang dialogis dan kondusif, bagi munculnya kreativitas remaja dan pemuda dalam upaya potensial yang positif dan kreatif. Situasi nasional yang monolitik dan monoton perlu diganti dengan situasi yang dinamis dan progresif, tentunya eksis dalam platform dan tatanan ideal bangsa,” kata pria yang akrab disapa Reza didampingi Ketua Komisariat PMII STAIS-BS Lubuklinggau, Muntako, ketika dijumpai wartawan koran ini di Aula STAI Al-Azhar Lubuklinggau, Sabtu (10/4). 
Dia berharap pemuda dan remaja Kota Lubuklinggau tidak hanya sebagai objek perubahan, tetapi juga sebagai subjek perubahan. Bahkan lebih dari itu mahasiswa atau pemuda seharusnya menjadi agent of change (pelopor perubahan), agent of development (pelopor pembangunan) dan agent of modernization (pelopor modernisasi).
“Langkah yang diambil ini sebagai langkah pengkaderan orientasi atau pengenalan awal, mengenai keberadaan PMII sebagai salah satu Ormawa sekaligus sebagai wahana perjuangan idealisme keislaman dan keindonesiaan melalui jalur edukatif,” lanjut Reza.
Tujuan umum Mapaba adalah terbentuknya kader-kader yang meyakini eksistensi, visi dan misi PMII dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan secara integral serta membina dan mengembangkan potensi mahasiswa muslim.
Sedangkan tujuan khususnya, menumbuhkembangkan kesadaran sebagai mahasiswa dalam memperjuangkan idealisme secara nasional. Menumbuhkembangkan keyakinan terhadap PMII mengenai posisi dan tanggung jawab untuk memperjuangkan idealisme didalam identitas kemahasiswaan atau kepemudaan, kemasyarakatan dan kebangsaan sehingga diharapkan menjadi kader mu’taqid.
“Dalam upaya memahami, menghayati, dan mengamalkan Islam, kader PMII diharapkan menjadi muslim Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah sebagai pemahaman keagamaan dan representatif,” harapnya.(05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar