Minggu, 04 April 2010

Wawako Buka Festival Anak Usia Dini


f-leo/linggau pos
festival : Wakil Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe membuka festival anak usia dini PAUD Ar-Risalah, Sabtu (3/4).

LUBUKLINGGAU-Festival anak usia dini yang diadakan oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ar-Risalah dibuka langsung Wakil Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, Sabtu (3/4). Kegiatan itu berlangsung di halaman PAUD Ar-Risalah Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Timur I, Walyusman, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Agus Sugianto, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Maryani, dan sejumlah orang tua anak.
Dalam sambutannya, Wawako mengingatkan agar orang tua tidak hanya memperhatikan anak pada usia dini saja, melainkan hingga anak dewasa masih mendapat perhatian. “Banyak kejadian anak diperhatikan oleh orang tua saat kecil saja sehingga banyak ABG yang keluar dari pantauan orang tua,”imbuhnya.
Pengelola PAUD Ar Risalah, Budi mengatakan, pada perlombaan ini diikuti oleh 240 peserta. Kesemua peserta mengikuti enam cabang lomba untuk kategori usia 1 tahun hingga 6 tahun. Peserta tersebut selain dari PAUD juga dari kalangan umum se-Kota Lubuklinggau. “Dengan tujuan untuk menggairahkan umat Islam dalam mendidik anak pada nuansa agamis,” katanya saat ditemui wartawan koran ini usai pembukaan, Sabtu (3/4).
Paud Ar-Risalah, lanjutnya, mempunyai dua program pokok yakni Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan kelompok bermain. “Untuk kelompok bermain tergolong pada usia 3 tahun keatas, dan ada 14 unit permainan,” ucapnya.
Sementara itu Pimpinan PAUD Ar-Risalah, Syaiful Hadi Maafi menambahkan, kegiatan ini untuk membentuk karakter anak sejak usia dini agar lebih mengenal Allah SWT. “Sejak fitrah idealnya itu sudah dididik, bahkan sebelum lahir itu sudah diproses untuk mengenal Allah SWT,” jelasnya.
Kegiatan ini juga untuk melatih anak menuju bangsa yang terdidik bukan bangsa yang terpelajar. “Sebab pendidikan dengan pembelajaran itu sangat berbeda. Orang terdidik jelas ia benar, tapi jika terpelajar belum tentu ia benar. Untuk itu, PAUD Ar-Risalah berupaya mencetak anak-anak yang terdidik bukan anak yang terpelajar,” imbuhnya.(16)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar